SOLOK, jentik.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta pemerintah mempercepat pemulihan akses masyarakat setelah banjir bandang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Gibran meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik yang mengalami kerusakan akibat banjir pada Jumat (25/9). Ia meminta jajaran terkait segera memperbaiki akses utama agar warga kembali beraktivitas, bantuan lebih mudah masuk, dan pelayanan pemerintahan tetap berjalan.
“Prioritas sekarang, akses utama harus segera pulih. Kita pastikan jalur yang digunakan masyarakat aman,” kata Gibran dalam keterangan resmi BPMI Sekretariat Wakil Presiden.
Jembatan dan Jalan Jadi Prioritas
Saat mengunjungi Jembatan Arosuka yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok, Gibran meminta pemerintah mempercepat perbaikan jembatan dan ruas jalan di sekitarnya.
Ia meminta petugas memastikan keamanan jalur sebelum warga kembali melintas. Menurut Gibran, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama selama proses pemulihan.
“Akses utama jalan dan jembatan harus dipulihkan secepat mungkin. Utamakan juga aspek keselamatan warga yang melintas,” ujarnya.
Perbaikan jalan dan jembatan juga mendukung distribusi bantuan menuju wilayah terdampak. Akses yang kembali lancar akan membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pemerintah Diminta Data Fasilitas Rusak
Selain jalan dan jembatan, Gibran meminta pemerintah mendata fasilitas publik yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang.
Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok menjadi salah satu fasilitas yang mendapat perhatian.
Gibran meminta jajaran pemerintah mengelompokkan kerusakan berdasarkan kebutuhan penanganannya. Petugas perlu segera menangani fasilitas yang membutuhkan perbaikan darurat. Sementara itu, pemerintah dapat menyiapkan rencana perbaikan permanen untuk bangunan yang mengalami kerusakan lebih berat.
“Untuk fasilitas penyelenggaraan pemerintahan yang terdampak, segera didata. Mana yang membutuhkan penanganan darurat, mana yang membutuhkan perbaikan permanen,” kata Gibran.
Ia juga meminta pemerintah menjaga pelayanan kepada masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
“Yang paling penting, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai berhenti,” lanjutnya.
Pemkab Solok Siapkan Langkah Mitigasi
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mempercepat pemulihan wilayah setelah banjir bandang.
Pemkab Solok juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi risiko bencana pada masa mendatang. Salah satu rencana tersebut mencakup pembangunan sabo dam.
Pemerintah daerah menilai infrastruktur tersebut penting untuk mendukung upaya pengendalian material dan aliran sedimen ketika bencana terjadi.
“Rencana pembangunan sabo dam ke depan ini penting,” ujar Jon Firman Pandu.
Selain pembangunan sabo dam, Pemkab Solok juga mengusulkan perbaikan gedung kantor yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Pemerintah daerah turut memasukkan sawah, rumah warga, dan masjid dalam kebutuhan pemulihan pascabencana.
Banjir bandang pada Senin (21/9) malam berdampak pada sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum di Kabupaten Solok. Pemerintah pusat dan daerah kini mendata kerusakan serta mempercepat pemulihan akses masyarakat.
Gibran meminta seluruh jajaran bergerak cepat dan tetap mengutamakan keselamatan warga. Pemerintah juga perlu menjaga pelayanan publik agar tetap berjalan selama proses pemulihan. (nr*)









