Kasus Dugaan Keracunan MBG di Batang, Gibran Desak Investigasi Segera Tuntas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau penanganan korban dugaan keracunan makanan di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026). (ANTARA/Kutnadi)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau penanganan korban dugaan keracunan makanan di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026). (ANTARA/Kutnadi)

BATANG, jentik.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendesak pihak terkait segera menyelesaikan investigasi dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Saat menyambangi RSUD Limpung pada Senin (28/9/2026), Gibran memeriksa langsung penanganan para korban. Ia juga meminta pemerintah membuka hasil investigasi kepada masyarakat agar keluarga korban memperoleh kepastian.

Gibran menekankan pentingnya pemulihan kesehatan para korban. Ia meminta tenaga medis terus merawat pasien hingga kondisi mereka benar-benar membaik.

Selain itu, ia meminta rumah sakit menerima kembali pasien yang sudah pulang tetapi mengalami keluhan kesehatan. Langkah ini bertujuan agar setiap korban memperoleh pemeriksaan dan perawatan sesuai kebutuhannya.

Baca Juga :  Musrenbang RKPD 2027 Digelar, Alfin Tegaskan Komitmen Bangun Sungai Penuh Lebih Maju

Gibran juga menegaskan bahwa pemerintah harus menanggung biaya pengobatan agar keluarga korban tidak menghadapi beban keuangan. Ia meminta seluruh fasilitas kesehatan mengatur pembiayaan secara optimal.

Mengenai penyebab kejadian, Gibran meminta tim terkait mempercepat pemeriksaan dan mengungkap fakta berdasarkan hasil pengujian ilmiah. Ia menilai keterbukaan hasil investigasi penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat.

Selain menelusuri penyebab kejadian, Gibran mendorong pemerintah mengevaluasi seluruh tahapan pelaksanaan program MBG. Evaluasi tersebut terutama menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat.

Baca Juga :  Akses Banjir Solok Terganggu, Gibran Minta Pemulihan Dipercepat

Ia meminta petugas memeriksa kebersihan dapur, proses pengolahan makanan, lama penyimpanan, serta pendistribusian makanan. Pemerintah juga perlu memperketat pengawasan di lapangan untuk mencegah kejadian serupa.

Gibran menegaskan bahwa setiap temuan harus segera mendorong perbaikan. Dengan demikian, penyelenggara MBG dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga keamanan pangan.

Dalam kunjungan ke RSUD Limpung tersebut, Gibran turut didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Keduanya melihat langsung proses penanganan korban dugaan keracunan di rumah sakit tersebut. (nr*)

Berita Terkait

Wawako Azhar Salurkan Bantuan, Upaya Cegah Stunting Diperkuat
Wako Alfin Matangkan Rencana Flyover Sungai Penuh–Tapan Bersama TNKS
BNI Sungai Penuh Turun Tangan, 20 Paket Bantuan Disalurkan untuk Balita Berisiko Stunting
Gunung Kerinci Punya Jalur Alternatif, Solok Selatan Dorong Wisata Berbasis Konservasi
Banjir Bandang Solok, Pemkab Kerahkan Personel dan Alat Berat Percepat Pembersihan
Hari ke-16 Pencarian KM Virgo, Basarnas Kerahkan Dua Helikopter
Buaya Muara Kembali Menerkam, Pasaman Barat Minta KKP Turun Tangan
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Menyelimuti Bukittinggi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 09:24 WIB

Wawako Azhar Salurkan Bantuan, Upaya Cegah Stunting Diperkuat

Rabu, 30 September 2026 - 08:18 WIB

Wako Alfin Matangkan Rencana Flyover Sungai Penuh–Tapan Bersama TNKS

Selasa, 29 September 2026 - 18:18 WIB

BNI Sungai Penuh Turun Tangan, 20 Paket Bantuan Disalurkan untuk Balita Berisiko Stunting

Selasa, 29 September 2026 - 10:45 WIB

Banjir Bandang Solok, Pemkab Kerahkan Personel dan Alat Berat Percepat Pembersihan

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Hari ke-16 Pencarian KM Virgo, Basarnas Kerahkan Dua Helikopter

Berita Terbaru