Viral di Medsos, Praktik Pungli di Jembatan PLTA Danau Kerinci Terbongkar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pungutan liar di kawasan Jembatan PLTA Danau Kerinci

pungutan liar di kawasan Jembatan PLTA Danau Kerinci

KERINCI, jentik.id – Praktik pungutan liar di kawasan Jembatan PLTA Danau Kerinci viral setelah unggahan di media sosial menyebar luas, Rabu (25/3/2026). Unggahan tersebut memicu reaksi warganet dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Warga mengeluhkan pungutan terhadap pengunjung yang berhenti atau beristirahat di sekitar jembatan. Isu yang beredar menyebut tarif mencapai Rp20.000, sehingga publik menyoroti aktivitas tersebut karena menganggap lokasi itu sebagai ruang terbuka.

Petugas Pengamanan Objek Wisata Danau Kerinci langsung menindaklanjuti informasi itu dengan turun ke lapangan. Tim yang dipimpin BRIPKA Marlo Saputra menemukan praktik pungutan, namun dengan nominal berbeda dari kabar yang viral.

Baca Juga :  LKPj 2025 Wako Hendri Arnis: "Dampak Bencana Lebih Menonjol"

Petugas mengidentifikasi dua warga Desa Pulau Pandan, Kecamatan Bukit Kerman, berinisial AS (28) dan Mz (28), sebagai pelaku. Keduanya memungut biaya di atas lahan milik dr. H. Madi di Desa Pulau Sangkar tanpa izin pemilik.

Kasatreskrim AKP Very menjelaskan bahwa pelaku menarik tarif Rp10.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp5.000 untuk penyewaan tikar. Ia menegaskan nominal tersebut lebih kecil dari informasi yang beredar.

Kedua pelaku mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi tindakan serupa. Kepolisian memastikan situasi di sekitar Jembatan PLTA Danau Kerinci tetap aman dan terus memantau kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Terbang ke Kerinci Kini Lebih Mudah, Ini Jadwal dan Harga Tiket April 2026

Praktik pungutan liar di kawasan wisata sering muncul saat jumlah pengunjung meningkat, terutama pada masa libur panjang. Oknum kerap memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan cepat di lokasi tanpa pengelolaan resmi.

Masyarakat perlu lebih waspada saat berkunjung ke tempat wisata. Jika menemukan pungutan tanpa dasar jelas, warga sebaiknya menanyakan langsung atau melaporkannya kepada aparat setempat agar kejadian serupa tidak terulang. (nr*)

Berita Terkait

Bupati Kerinci Kebut Perbaikan Jalan Selampaung–Masgo, Petani Bakal Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Monadi Tawarkan Lahan Pemda untuk Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kerinci
RSUD Kerinci Dibangun Rp138 Miliar, Bupati Monadi Ajak Pers dan Warga Kawal Bareng
Lepas 538 Wisudawan, IAIN Kerinci Targetkan Buka Program S3 dan Segera Jadi UIN
Kabar Rotasi Kepala Sekolah di Kerinci Makin Santer, Guru dan Kepsek Dibuat Cemas
Kemensos dan Dinsos Bebaskan ODGJ dari Pasung, Langsung Dirujuk ke RSJ Jambi
Bupati Monadi Tinjau Pembangunan Jalan Renah Pemetik, Pastikan Proyek Sesuai Target
Si Jago Merah Lahap Permukiman Warga di Sebukar Kerinci, Lima Armada Damkar Dikerahkan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:48 WIB

Bupati Kerinci Kebut Perbaikan Jalan Selampaung–Masgo, Petani Bakal Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Senin, 29 Juni 2026 - 11:13 WIB

Monadi Tawarkan Lahan Pemda untuk Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kerinci

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:47 WIB

RSUD Kerinci Dibangun Rp138 Miliar, Bupati Monadi Ajak Pers dan Warga Kawal Bareng

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:49 WIB

Lepas 538 Wisudawan, IAIN Kerinci Targetkan Buka Program S3 dan Segera Jadi UIN

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:00 WIB

Kabar Rotasi Kepala Sekolah di Kerinci Makin Santer, Guru dan Kepsek Dibuat Cemas

Berita Terbaru