China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah China kembali menegaskan pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka sebagai jalur pelayaran internasional yang aman di tengah meningkatnya eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Pemerintah China kembali menegaskan pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka sebagai jalur pelayaran internasional yang aman di tengah meningkatnya eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran.

JAKARTA, jentik.id – Pemerintah China meminta Amerika Serikat (AS) dan Iran menahan diri serta menghentikan konflik yang terus memanas. Beijing juga menegaskan pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap aman sebagai jalur pelayaran internasional yang menopang perdagangan energi dunia.

Seruan itu muncul setelah AS dan Iran kembali saling menyerang. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Teluk dan distribusi minyak global.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan Selat Hormuz tidak hanya penting bagi negara-negara Teluk. Jalur itu juga menentukan kelancaran perdagangan internasional.

Lin Jian menegaskan semua pihak harus menjaga kebebasan pelayaran agar pasokan energi dunia tetap lancar.

“Pemulihan pelayaran yang bebas dan aman di Selat Hormuz sesegera mungkin akan menguntungkan seluruh negara,” kata Lin Jian.

Ia juga mengajak seluruh pihak mengutamakan dialog dan diplomasi agar konflik tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas di Timur Tengah.

China dan Rusia Dinilai Mampu Mendorong Perdamaian

Pengamat hubungan internasional menilai China dan Rusia memiliki pengaruh besar untuk mendorong perdamaian antara Washington dan Teheran.

Baca Juga :  Tel Aviv Luluh Lantak di Rudal Iran

Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahmad Sahide, mengatakan kedua negara memiliki posisi tawar yang kuat dalam proses mediasi.

Menurut Ahmad, keterlibatan China dan Rusia akan membuat Amerika Serikat lebih sulit mengabaikan hasil kesepakatan.

“Ketika China dan Rusia ikut memediasi serta terlibat dalam proses perdamaian, Presiden Donald Trump tidak akan mudah mengingkari hasil kesepakatan karena kedua negara tersebut merupakan kekuatan besar yang mampu mengimbangi Amerika Serikat,” ujarnya.

Ahmad menilai Pakistan telah berupaya menjadi mediator. Namun, pengaruh politik negara itu di tingkat global belum sebesar China maupun Rusia.

Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain serta sistem radar di Oman. Iran menyebut serangan itu sebagai respons atas operasi militer Washington.

Sementara itu, militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan serangkaian serangan terhadap sejumlah target militer Iran.

Baca Juga :  11 WNI Ditangkap Polisi Taiwan Usai Terlibat Tawuran di Stasiun Taichung

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menjelaskan bahwa operasi tersebut menargetkan infrastruktur militer yang diduga mendukung serangan terhadap kapal dagang. Menurut CENTCOM, operasi itu juga bertujuan menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Rangkaian aksi tersebut kembali menjadikan Selat Hormuz sebagai pusat ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.

Jalur Vital Perdagangan Energi

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan energi dunia. Jalur yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab itu menyalurkan sekitar seperlima distribusi minyak dunia setiap hari.

Konflik di kawasan tersebut dapat mengganggu pasokan energi global. Dampaknya bisa memicu kenaikan harga minyak mentah, meningkatkan biaya logistik, dan menambah tekanan inflasi di banyak negara.

Pelaku pasar terus memantau perkembangan di kawasan Teluk. Banyak negara berharap seluruh pihak memilih jalur diplomasi agar konflik tidak meluas dan keamanan pelayaran internasional tetap terjaga. (nr*)

Berita Terkait

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel
Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif
Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS
Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan
Kabar Baik! Pemerintah Singapura Cairkan BLT hingga Rp11,8 Juta per Orang
Kapal Tanker LNG Terbakar di Selat Hormuz, Rudal Picu Ketegangan Baru di Timur Tengah
Atlet Kickboxing Asal Jambi Bharada Billy Van Aziz Boston Raih Medali Perak di ISKA Indonesia Open Tournament 2026
Putin Akui Rusia Mulai Kekurangan BBM, Serangan Drone Ukraina Jadi Penyebab
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:29 WIB

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu

Senin, 13 Juli 2026 - 16:56 WIB

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif

Senin, 13 Juli 2026 - 08:55 WIB

Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:56 WIB

Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan

Berita Terbaru

Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan naik pangkat melebihi atasannya.PP bari.

Pemerintahan

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:08 WIB