JAKARTA, jentik.id – Pemerintah China meminta Amerika Serikat (AS) dan Iran menahan diri serta menghentikan konflik yang terus memanas. Beijing juga menegaskan pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap aman sebagai jalur pelayaran internasional yang menopang perdagangan energi dunia.
Seruan itu muncul setelah AS dan Iran kembali saling menyerang. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Teluk dan distribusi minyak global.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan Selat Hormuz tidak hanya penting bagi negara-negara Teluk. Jalur itu juga menentukan kelancaran perdagangan internasional.
Lin Jian menegaskan semua pihak harus menjaga kebebasan pelayaran agar pasokan energi dunia tetap lancar.
“Pemulihan pelayaran yang bebas dan aman di Selat Hormuz sesegera mungkin akan menguntungkan seluruh negara,” kata Lin Jian.
Ia juga mengajak seluruh pihak mengutamakan dialog dan diplomasi agar konflik tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas di Timur Tengah.
China dan Rusia Dinilai Mampu Mendorong Perdamaian
Pengamat hubungan internasional menilai China dan Rusia memiliki pengaruh besar untuk mendorong perdamaian antara Washington dan Teheran.
Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahmad Sahide, mengatakan kedua negara memiliki posisi tawar yang kuat dalam proses mediasi.
Menurut Ahmad, keterlibatan China dan Rusia akan membuat Amerika Serikat lebih sulit mengabaikan hasil kesepakatan.
“Ketika China dan Rusia ikut memediasi serta terlibat dalam proses perdamaian, Presiden Donald Trump tidak akan mudah mengingkari hasil kesepakatan karena kedua negara tersebut merupakan kekuatan besar yang mampu mengimbangi Amerika Serikat,” ujarnya.
Ahmad menilai Pakistan telah berupaya menjadi mediator. Namun, pengaruh politik negara itu di tingkat global belum sebesar China maupun Rusia.
Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain serta sistem radar di Oman. Iran menyebut serangan itu sebagai respons atas operasi militer Washington.
Sementara itu, militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan serangkaian serangan terhadap sejumlah target militer Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menjelaskan bahwa operasi tersebut menargetkan infrastruktur militer yang diduga mendukung serangan terhadap kapal dagang. Menurut CENTCOM, operasi itu juga bertujuan menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Rangkaian aksi tersebut kembali menjadikan Selat Hormuz sebagai pusat ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
Jalur Vital Perdagangan Energi
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan energi dunia. Jalur yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab itu menyalurkan sekitar seperlima distribusi minyak dunia setiap hari.
Konflik di kawasan tersebut dapat mengganggu pasokan energi global. Dampaknya bisa memicu kenaikan harga minyak mentah, meningkatkan biaya logistik, dan menambah tekanan inflasi di banyak negara.
Pelaku pasar terus memantau perkembangan di kawasan Teluk. Banyak negara berharap seluruh pihak memilih jalur diplomasi agar konflik tidak meluas dan keamanan pelayaran internasional tetap terjaga. (nr*)









