Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 1.100 Warga Negara Indonesia (WNI) tengah menjalani proses di fasilitas detensi imigrasi Pemerintah Kamboja

Sekitar 1.100 Warga Negara Indonesia (WNI) tengah menjalani proses di fasilitas detensi imigrasi Pemerintah Kamboja

kamboja, jentik.id – Otoritas Kamboja menahan 1.100 Warga Negara Indonesia (WNI) di fasilitas detensi imigrasi setelah menggerebek sejumlah lokasi yang diduga menjadi pusat penipuan daring (scam center).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama KBRI Phnom Penh mendampingi para WNI. Tim juga memverifikasi identitas mereka dan menerbitkan dokumen perjalanan bagi warga yang kehilangan paspor. Langkah ini bertujuan mempercepat proses kepulangan ke Indonesia.

Pemerintah Kamboja menggelar operasi tersebut sebagai bagian dari upaya memberantas jaringan penipuan daring yang berkembang di sejumlah wilayah.

KBRI Verifikasi Identitas WNI

Tim KBRI Phnom Penh dan Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI terus mendata serta memverifikasi identitas WNI di pusat detensi Pochentong, Phnom Penh.

Pemerintah menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang kehilangan paspor agar mereka dapat kembali ke Indonesia.

Baca Juga :  Atlet Kickboxing Asal Jambi Bharada Billy Van Aziz Boston Raih Medali Perak di ISKA Indonesia Open Tournament 2026

KBRI juga meminta WNI yang sudah memiliki dokumen perjalanan untuk segera membeli tiket dan pulang ke Tanah Air.

Lebih dari 12 Ribu WNI Ajukan Pemulangan

Kemlu mencatat permohonan bantuan pemulangan dari Kamboja terus meningkat sepanjang 2026.

Pada periode 1 Januari hingga 9 Juli 2026, sebanyak 12.207 WNI mengajukan permohonan fasilitasi kepulangan. Pemerintah sudah memulangkan sekitar 5.966 orang.

Otoritas Kamboja masih melanjutkan operasi pemberantasan scam center. Karena itu, jumlah WNI yang membutuhkan bantuan diperkirakan masih akan bertambah.

Selain menahan sekitar 1.100 WNI di Pochentong, otoritas Kamboja juga mengamankan lebih dari 600 WNI dari sejumlah lokasi yang diduga terkait aktivitas penipuan daring.

Petugas menempatkan mereka di beberapa pusat detensi, yaitu Bati, Siem Reap, Phnom Penh, dan Sihanoukville.

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah Kamboja. Langkah itu bertujuan memastikan seluruh WNI mendapat pendampingan sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Menkeu Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Tidak Naik

Kemlu Ingatkan Bahaya Lowongan Kerja Ilegal

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja bergaji tinggi. Ia meminta masyarakat memastikan legalitas perusahaan dan proses perekrutannya.

Ia juga meminta WNI yang sudah kembali ke Indonesia untuk tidak bekerja lagi secara ilegal di Kamboja, terutama pada pekerjaan yang berisiko berkaitan dengan jaringan penipuan daring.

Pemerintah menilai banyak WNI berangkat karena tergiur janji gaji besar. Namun, mereka akhirnya terjebak dalam aktivitas yang melanggar hukum.

Kemlu RI terus berkoordinasi dengan pemerintah Kamboja selama proses administrasi berlangsung.

Kemlu, KBRI Phnom Penh, dan otoritas Kamboja menangani pendampingan kekonsuleran. Mereka juga menerbitkan dokumen perjalanan dan memfasilitasi pemulangan WNI secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku. (nr*)

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Indonesia Serukan Aksi Nyata! Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa dan Dukung Palestina
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB