Tiga Raksasa Teluk Bergerak, Desak Trump Akhiri Perang dengan Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera UAE. Foto: frantic00/Shutterstock

Bendera UAE. Foto: frantic00/Shutterstock

Uni Emirat Arab (UEA), jentik.id-Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Qatar mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk segera mengakhiri perang dengan Iran. Tiga negara Teluk ini memperkuat komunikasi diplomatik dalam beberapa hari terakhir karena khawatir konflik mengganggu stabilitas kawasan.

Mengutip Bloomberg, negara-negara Teluk menilai eskalasi militer AS–Iran dapat memicu krisis ekonomi. Kondisi ini berpotensi memburuk jika Iran melakukan serangan balasan di kawasan Teluk dan jalur energi global.

Meski memiliki pendekatan diplomasi berbeda, UEA, Saudi, dan Qatar sama-sama menekan Washington agar memilih gencatan senjata dan perundingan damai.

Baca Juga :  Hungaria Umumkan, Tangkap Netanyahu sebagai Penjahat Perang

Ketegangan meningkat setelah Iran dan kelompok sekutunya meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah strategis di kawasan Teluk. Serangan itu merusak infrastruktur energi dan pelabuhan serta memicu kekhawatiran global.

Analis Bloomberg Economics, Dina Esfandiary, menyebut negara-negara Teluk kini berada dalam posisi rentan karena terjebak di tengah konflik AS–Iran.

Iran dan Amerika Serikat sempat menyepakati gencatan senjata pada April. Namun kedua pihak masih saling menekan dan belum mencapai kesepakatan akhir.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut negosiasi masih berlangsung lambat. Iran juga menunjukkan sikap yang sama.

Baca Juga :  Ketegangan AS dan Iran Meledak Lagi Saat Negosiasi Damai Masih Berjalan

Ketegangan ikut meningkat karena ancaman gangguan di Selat Hormuz, jalur utama minyak dunia yang memengaruhi harga energi global.

Arab Saudi dan UEA mendorong AS untuk fokus pada diplomasi dan memperketat tekanan ekonomi serta pengawasan maritim terhadap Iran, bukan memperluas serangan militer.

Qatar tetap mendorong mediasi yang dipimpin Pakistan dan menekankan pentingnya deeskalasi demi stabilitas kawasan.

Para pemimpin Teluk berharap Washington segera mencapai kesepakatan damai agar konflik tidak meluas di Timur Tengah. (nr*)

Berita Terkait

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel
Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif
Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS
Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan
Kabar Baik! Pemerintah Singapura Cairkan BLT hingga Rp11,8 Juta per Orang
Kapal Tanker LNG Terbakar di Selat Hormuz, Rudal Picu Ketegangan Baru di Timur Tengah
Atlet Kickboxing Asal Jambi Bharada Billy Van Aziz Boston Raih Medali Perak di ISKA Indonesia Open Tournament 2026
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:29 WIB

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu

Senin, 13 Juli 2026 - 16:56 WIB

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif

Senin, 13 Juli 2026 - 08:55 WIB

Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:56 WIB

Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan

Berita Terbaru

Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan naik pangkat melebihi atasannya.PP bari.

Pemerintahan

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:08 WIB