Budapest, jentik.id–Ketegangan Israel di Eropa kembali meningkat. Setelah menghadapi tekanan dari Spanyol, kini Israel juga berhadapan dengan sikap tegas Hungaria. Hal ini muncul setelah Perdana Menteri Hungaria, Peter Magyar, menyatakan kesiapan menangkap Pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu.
Kebijakan Baru Berbeda dari Era Viktor Orban
Selain itu, kebijakan Peter Magyar berbeda jauh dari pendahulunya, Viktor Orban. Jika sebelumnya Orban mendorong Hungaria keluar dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC), kini Magyar justru menghentikan langkah tersebut.
Kewajiban Hukum Hungaria sebagai Anggota ICC
Menurut Magyar, Hungaria memiliki kewajiban hukum sebagai anggota ICC. Oleh karena itu, pemerintah harus menegakkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu jika ia memasuki wilayah Hungaria.
Perlu diketahui, ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada tahun 2024. Lembaga itu menargetkan Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Klarifikasi Soal Undangan ke Netanyahu
Di sisi lain, Israel mengklaim bahwa Magyar sempat berbicara dengan Netanyahu. Bahkan, ia disebut mengundang Netanyahu untuk berkunjung ke Hungaria setelah kemenangan partai Tisza pada 12 April.
Namun demikian, Magyar memberikan klarifikasi. Ia mengakui adanya percakapan tersebut, tetapi ia menegaskan bahwa undangan itu bersifat umum. Ia juga menjelaskan bahwa ia mengundang berbagai pemimpin dunia untuk menghadiri peringatan pemberontakan rakyat Hungaria tahun 1956.
Tegaskan Tetap Bertahan di ICC
Lebih lanjut, Magyar menegaskan sikap pemerintahnya terkait ICC. Ia menyampaikan langsung kepada Netanyahu bahwa Hungaria akan tetap menjadi anggota.
“Saya sudah menjelaskan kepada perdana menteri Israel bahwa kami tidak akan mundur dari ICC. Pemerintah Tisza ingin Hungaria tetap menjadi anggota,” ujar Magyar.
Selain itu, ia juga menekankan konsekuensi hukum dari keanggotaan tersebut. Menurutnya, setiap negara anggota wajib menahan individu yang masuk dalam daftar pencarian ICC.
“Jika seseorang yang dicari memasuki wilayah negara anggota, maka negara tersebut harus menahannya. Saya yakin para pemimpin dunia memahami aturan ini,” tegasnya.
Perubahan Arah Politik Hungaria
Sikap Magyar ini sekaligus menandai perubahan besar dalam kebijakan Hungaria. Sebelumnya, Viktor Orban menolak yurisdiksi ICC dan bahkan menjamin keamanan Netanyahu.
Bahkan, pada April lalu, Budapest sempat memulai proses keluar dari ICC. Pemerintah saat itu menilai pengadilan tersebut telah dipolitisasi. Selanjutnya, parlemen menyetujui langkah tersebut pada bulan Mei.
Proses Keluar dari ICC Belum Efektif
Meski begitu, proses penarikan diri tidak berlaku langsung. Sesuai Statuta Roma, keputusan tersebut baru efektif satu tahun setelah pemberitahuan resmi ke PBB, yaitu pada 2 Juni mendatang. (*/syam)









