Hungaria Umumkan, Tangkap Netanyahu sebagai Penjahat Perang

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Hungaria, Peter Magyar.

PM Hungaria, Peter Magyar.

Budapest, jentik.id–Ketegangan Israel di Eropa kembali meningkat. Setelah menghadapi tekanan dari Spanyol, kini Israel juga berhadapan dengan sikap tegas Hungaria. Hal ini muncul setelah Perdana Menteri Hungaria, Peter Magyar, menyatakan kesiapan menangkap Pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu.

Kebijakan Baru Berbeda dari Era Viktor Orban

Selain itu, kebijakan Peter Magyar berbeda jauh dari pendahulunya, Viktor Orban. Jika sebelumnya Orban mendorong Hungaria keluar dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC), kini Magyar justru menghentikan langkah tersebut.

Kewajiban Hukum Hungaria sebagai Anggota ICC

Menurut Magyar, Hungaria memiliki kewajiban hukum sebagai anggota ICC. Oleh karena itu, pemerintah harus menegakkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu jika ia memasuki wilayah Hungaria.

Perlu diketahui, ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada tahun 2024. Lembaga itu menargetkan Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Baca Juga :  Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS

Klarifikasi Soal Undangan ke Netanyahu

Di sisi lain, Israel mengklaim bahwa Magyar sempat berbicara dengan Netanyahu. Bahkan, ia disebut mengundang Netanyahu untuk berkunjung ke Hungaria setelah kemenangan partai Tisza pada 12 April.

Namun demikian, Magyar memberikan klarifikasi. Ia mengakui adanya percakapan tersebut, tetapi ia menegaskan bahwa undangan itu bersifat umum. Ia juga menjelaskan bahwa ia mengundang berbagai pemimpin dunia untuk menghadiri peringatan pemberontakan rakyat Hungaria tahun 1956.

Tegaskan Tetap Bertahan di ICC

Lebih lanjut, Magyar menegaskan sikap pemerintahnya terkait ICC. Ia menyampaikan langsung kepada Netanyahu bahwa Hungaria akan tetap menjadi anggota.

“Saya sudah menjelaskan kepada perdana menteri Israel bahwa kami tidak akan mundur dari ICC. Pemerintah Tisza ingin Hungaria tetap menjadi anggota,” ujar Magyar.

Selain itu, ia juga menekankan konsekuensi hukum dari keanggotaan tersebut. Menurutnya, setiap negara anggota wajib menahan individu yang masuk dalam daftar pencarian ICC.

Baca Juga :  Iran Hantam Jet Tempur AS! F-15E Jatuh, Operasi Penyelamatan Berlangsung

“Jika seseorang yang dicari memasuki wilayah negara anggota, maka negara tersebut harus menahannya. Saya yakin para pemimpin dunia memahami aturan ini,” tegasnya.

Perubahan Arah Politik Hungaria

Sikap Magyar ini sekaligus menandai perubahan besar dalam kebijakan Hungaria. Sebelumnya, Viktor Orban menolak yurisdiksi ICC dan bahkan menjamin keamanan Netanyahu.

Bahkan, pada April lalu, Budapest sempat memulai proses keluar dari ICC. Pemerintah saat itu menilai pengadilan tersebut telah dipolitisasi. Selanjutnya, parlemen menyetujui langkah tersebut pada bulan Mei.

Proses Keluar dari ICC Belum Efektif

Meski begitu, proses penarikan diri tidak berlaku langsung. Sesuai Statuta Roma, keputusan tersebut baru efektif satu tahun setelah pemberitahuan resmi ke PBB, yaitu pada 2 Juni mendatang. (*/syam)

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Indonesia Serukan Aksi Nyata! Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa dan Dukung Palestina
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan

Berita Terbaru

Kursi Menkeu Purbaya di serahkan pada Suahsil.

Ekonomi

Kursi Menkeu Diserahkan Tanggung Jawab kepada Suahasil Nazara

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:28 WIB

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB