AS Incar Selat Hormuz! Trump Klaim Kemenangan atas Iran dan Siapkan Tarif Kapal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi terkait konflik Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi terkait konflik Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP

WASHINGTON, jentik.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka peluang bagi AS untuk memungut biaya dari kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ia menyampaikan wacana tersebut sebagai bagian dari strategi pascakonflik dengan Iran.

Mengutip Al Jazeera, Trump menilai AS berhak mengelola jalur pelayaran strategis itu. Ia bahkan menyebut AS sebagai pihak yang memenangkan konflik.

“Lebih baik kita yang memungut biaya daripada mereka. Kita adalah pemenangnya,” tegas Trump.

Trump juga mengklaim Iran telah melemah secara militer. Namun, ia mengakui ancaman seperti serangan drone dan rudal masih terjadi. Selain itu, situasi di Selat Hormuz belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga :  Konflik Iran Picu Kelangkaan BBM, Ratusan SPBU di Australia Lumpuh

Ia menambahkan bahwa AS tengah menyiapkan skema pungutan atau tol bagi kapal yang melintas. Menurutnya, langkah ini dapat mengamankan jalur perdagangan sekaligus memperkuat posisi AS di kawasan.

Selat Hormuz sendiri menjadi jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati kawasan ini sebelum konflik terjadi. Wilayah selat secara geografis berada di perairan Oman dan Iran.

Baca Juga :  Efek Konflik AS-Iran! Harga Minyak Tembus USD 100, Pasar Panik

Di sisi lain, Trump juga menekan Iran melalui ultimatum. Ia meminta Iran membuka kembali akses Selat Hormuz dan menerima syarat dari Washington. Jika tidak, AS berpotensi menyerang infrastruktur sipil.

Trump menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus menjamin kelancaran distribusi energi global. “Kami ingin arus minyak tetap bebas,” ujarnya.

Sementara itu, laporan menyebut Iran telah lebih dulu menarik biaya dari kapal tertentu yang diizinkan melintas. Otoritas Iran juga memberi sinyal bahwa kondisi Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum konflik. (nr*)

Berita Terkait

Ketegangan AS dan Iran Meledak Lagi Saat Negosiasi Damai Masih Berjalan
Tak Jadi Kurban, Kerbau Viral “Donald Trump” Dipindah ke Kebun Binatang Nasional
Pulang Bertahap Dimulai 1 Juni 2026, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Duka di Arafah! Jemaah Haji Asal Kerinci Wafat, PPIH Siapkan Badal Haji
Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Sarolangun Jambi Wafat di Makkah
Kesepakatan AS–Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Siap Dibuka Lagi
Tiga Raksasa Teluk Bergerak, Desak Trump Akhiri Perang dengan Iran
Sempat Hilang di Arab Saudi, Jemaah Haji JKG-27 Akhirnya Ditemukan Wafat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:47 WIB

Ketegangan AS dan Iran Meledak Lagi Saat Negosiasi Damai Masih Berjalan

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:20 WIB

Tak Jadi Kurban, Kerbau Viral “Donald Trump” Dipindah ke Kebun Binatang Nasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:51 WIB

Pulang Bertahap Dimulai 1 Juni 2026, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:50 WIB

Duka di Arafah! Jemaah Haji Asal Kerinci Wafat, PPIH Siapkan Badal Haji

Senin, 25 Mei 2026 - 15:44 WIB

Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Sarolangun Jambi Wafat di Makkah

Berita Terbaru

Ilustrasi STNK

Nasional

STNK Palsu Masih Beredar, Begini Cara Cepat Mengenalinya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:10 WIB