Kota Padang Alokasikan Rp110 Miliar untuk Perbaikan Drainase dan Irigasi guna Cegah Banjir

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanganan banjir masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Kota Padang. Meski berbagai program telah dijalankan secara berkelanjutan, genangan dan banjir di sejumlah titik belum sepenuhnya dapat diatasi, Beberapa kawasan yang menjadi prioritas penanganan antara lain wilayah terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025, kawasan padat penduduk di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Gunung Pangilun, kawasan pusat pemerintahan di Kelurahan Aie Pacah, serta Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.

Penanganan banjir masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Kota Padang. Meski berbagai program telah dijalankan secara berkelanjutan, genangan dan banjir di sejumlah titik belum sepenuhnya dapat diatasi, Beberapa kawasan yang menjadi prioritas penanganan antara lain wilayah terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025, kawasan padat penduduk di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Gunung Pangilun, kawasan pusat pemerintahan di Kelurahan Aie Pacah, serta Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.

Padang,jentik.id – Pemerintah Kota Padang mengalokasikan anggaran sebesar Rp110 miliar untuk memperbaiki sistem drainase dan irigasi sebagai upaya mengurangi risiko banjir yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah kota.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan dana tersebut berasal dari pengembalian Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp371 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp110 miliar dialokasikan khusus untuk perbaikan drainase dan irigasi.

“Menurutnya, penanganan banjir masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Kota Padang. Meski berbagai program telah dijalankan secara berkelanjutan, genangan dan banjir di sejumlah titik belum sepenuhnya dapat diatasi.

Beberapa kawasan yang menjadi prioritas penanganan antara lain wilayah terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025, kawasan padat penduduk di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Gunung Pangilun, kawasan pusat pemerintahan di Kelurahan Aie Pacah, serta Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.

“Kami berharap dukungan penuh dari seluruh pihak dalam penanganan banjir di Kota Padang. Dengan adanya sinkronisasi program, dana TKD yang kami miliki dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Baca Juga :  Banjir dan Tikus Picu Risiko Hantavirus, Kemenkes Beri Peringatan Keras

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, menyebutkan terdapat lima kawasan di Kota Padang yang masuk dalam rencana penanganan BPBPK pada tahun ini.

Lima kawasan tersebut berada di Kecamatan Nanggalo yang meliputi Kelurahan Gurun Laweh dan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Pauh yang mencakup Kelurahan Lambung Bukik dan Cupak Tangah, serta Kelurahan Rawang.

Maria menjelaskan, sesuai tugas dan fungsi BPBPK, lembaganya fokus pada penanganan drainase lingkungan, bukan drainase perkotaan. Namun demikian, sistem drainase lingkungan yang dibangun akan terintegrasi dengan drainase kota dan sungai sebagai outlet utama aliran air.

Berdasarkan hasil survei awal, genangan yang selama ini terjadi sebagian besar disebabkan tidak tersedianya drainase lingkungan yang memadai atau adanya saluran yang terputus karena tertutup bangunan maupun aktivitas masyarakat.

“Oleh karena itu, kami merancang sistem drainase baru yang berada di tengah badan jalan dengan kapasitas lebih besar dan kedalaman sekitar satu meter,” jelasnya.

Baca Juga :  Tragis! 2 Anak Tenggelam di Ulak Karang, Pencarian Dihentikan Saat Malam

Salah satu inovasi yang akan diterapkan berada di kawasan Tabing Banda Gadang.

Penataan di wilayah tersebut akan menggunakan sistem drainase tengah jalan berbasis teknologi box culvert.

Konsep ini dipilih untuk mencegah saluran air tertutup bangunan liar maupun aktivitas perdagangan warga, sekaligus mempermudah proses pemeliharaan agar fungsi drainase tetap optimal.

Untuk merealisasikan proyek penataan terpadu di lima kawasan tersebut, BPBPK memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp440 miliar, dengan syarat status lahan telah bersih dari konflik dan siap untuk pembangunan.

Lingkup pekerjaan tidak hanya mencakup pembangunan saluran drainase, tetapi juga perbaikan jalan lingkungan, pembangunan trotoar, pemasangan penerangan jalan umum, pembangunan outlet drainase menuju sungai, hingga penyediaan taman bermain bagi masyarakat.

“Perencanaan kegiatan ditargetkan dimulai pada 2026, sedangkan pelaksanaan konstruksi akan dilakukan secara multiyears pada periode 2027 hingga 2028,” tutup Maria.(asy*).

Berita Terkait

Tiga Kepala Daerah Wilayah Barat Jambi Sepakat Dukung Batik Air di Bandara Muara Bungo, Bandara Depati Parbo Dinilai Terabaikan
Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Desa Sungai Ning saat Doa Bersama Idul Adha
Diduga Tak Bisa Berenang, Pria Palembang Tewas Saat Cuci Usus Kurban
Al Haris Antar Langsung Sapi Kurban Raksasa Bantuan Presiden Prabowo di Jambi
5 Pendaki Disambar Petir di Gunung Monrolo, 1 Tewas di Tempat
Pemadaman Listrik Sumatera Berujung Duka, 2 Karyawan Tewas di Ruko Batu Bara
Takut Kehabisan Solar Saat Hari Kerja, Sopir Truk di Padang Rela Antre Sejak Minggu Pagi
Janji Jangan Tinggal Janji: Kerinci dan Sungai Penuh Menunggu Bukti dari Al Haris
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:58 WIB

Kota Padang Alokasikan Rp110 Miliar untuk Perbaikan Drainase dan Irigasi guna Cegah Banjir

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:18 WIB

Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Desa Sungai Ning saat Doa Bersama Idul Adha

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:32 WIB

Diduga Tak Bisa Berenang, Pria Palembang Tewas Saat Cuci Usus Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:07 WIB

Al Haris Antar Langsung Sapi Kurban Raksasa Bantuan Presiden Prabowo di Jambi

Senin, 25 Mei 2026 - 18:58 WIB

5 Pendaki Disambar Petir di Gunung Monrolo, 1 Tewas di Tempat

Berita Terbaru

Ilustrasi STNK

Nasional

STNK Palsu Masih Beredar, Begini Cara Cepat Mengenalinya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:10 WIB