Banjir dan Tikus Picu Risiko Hantavirus, Kemenkes Beri Peringatan Keras

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tikus. Kemenkes meminta masyarakat lebih waspada terhadap hantavirus yang ditularkan tikus, terutama di wilayah rawan banjir dan lingkungan kurang bersih.(Unsplash/cenisev)

Ilustrasi tikus. Kemenkes meminta masyarakat lebih waspada terhadap hantavirus yang ditularkan tikus, terutama di wilayah rawan banjir dan lingkungan kurang bersih.(Unsplash/cenisev)

Jakarta, jentik.id-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hantavirus yang ditularkan melalui tikus, terutama di wilayah rawan banjir dan lingkungan yang kurang bersih.

Kemenkes menegaskan virus ini menyebar melalui rodensia, khususnya dari urine dan kotoran tikus yang mencemari lingkungan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim banjir.

“Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat harus memahami sumber penularan hantavirus yang berasal dari tikus,” ujar Andi dalam konferensi pers daring, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan kondisi banjir dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang berkaitan dengan tikus, termasuk hantavirus dan leptospirosis. Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di air banjir.

Baca Juga :  BPOM Peringatkan Bahaya 22 Jamu Ilegal, Risiko Stroke hingga Gagal Ginjal Mengintai

“Anda tidak boleh bermain air banjir karena berisiko menularkan penyakit,” katanya.

Waspada Lingkungan Kotor dan Genangan Air

Kemenkes menilai daerah dengan banjir tinggi perlu meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tersebut dapat memicu peningkatan populasi tikus.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Meski kasus global hantavirus ramai dibicarakan akibat kejadian di kapal pesiar MV Hondius, Kemenkes memastikan Indonesia belum menemukan kasus penularan dari tikus ke manusia.

Namun, Indonesia pernah mencatat kasus hantavirus tipe HFRS dalam jumlah terbatas sejak 1991.

WNA di Indonesia Dinyatakan Negatif

Kemenkes juga memantau seorang warga negara asing (WNA) di Indonesia yang sempat kontak erat dengan kasus di kapal MV Hondius.

Baca Juga :  Jakarta Temukan 4 Kasus Hantavirus, Satu Pasien Kini Jalani Isolasi

Petugas kesehatan memeriksa WNA berusia 60 tahun tersebut di Jakarta Pusat dan melakukan pemantauan di rumah sakit rujukan.

Hasil laboratorium menunjukkan pasien tersebut negatif hantavirus.

Meski begitu, Kemenkes tetap melakukan pemantauan ketat dan melibatkan puskesmas setempat untuk pengawasan lanjutan.

Imbauan Tetap Waspada

Kemenkes meminta masyarakat tetap waspada meski belum ada kasus penularan di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat beberapa kasus di kapal pesiar MV Hondius dengan tingkat fatalitas cukup tinggi.

Kemenkes mengimbau masyarakat menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan tikus, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala penyakit menular.(nr*)

Berita Terkait

Ratusan Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Minang Kerinci di RSUD Bhakri Kota Sungai Penuh
Spanyol Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal Dunia
Warning! Hewan Peliharaan Berpotensi Menularkan Penyakit kepada Pemilik, Ini Penjelasan Ahli
Anak Kejang? Hindari Memasukkan Sendok ke Mulut, Begini Pertolongan Pertama yang Tepat
Ujung Tombak Pelayanan Dasar Kesehatan Dinilai Masih Jauh dari Harapan, Peran Kadinkes Disorot
Wali Kota Alfin  Soroti Puskesmas Tanah Kampung Paling kumuh Kadiskes Jangan Duduk Belakang Meja Saja
Menkes Sebut Program Vaksin dan Imunisasi Butuh Anggaran Rp44,49 Triliun hingga 2029
Pembangunan RSUD Kerinci Tipe C Senilai Rp137,9 Miliar Penyerahan Lahan Resmi Mulai
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ratusan Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Minang Kerinci di RSUD Bhakri Kota Sungai Penuh

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:18 WIB

Spanyol Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:03 WIB

Warning! Hewan Peliharaan Berpotensi Menularkan Penyakit kepada Pemilik, Ini Penjelasan Ahli

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:29 WIB

Anak Kejang? Hindari Memasukkan Sendok ke Mulut, Begini Pertolongan Pertama yang Tepat

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:05 WIB

Ujung Tombak Pelayanan Dasar Kesehatan Dinilai Masih Jauh dari Harapan, Peran Kadinkes Disorot

Berita Terbaru

Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan naik pangkat melebihi atasannya.PP bari.

Pemerintahan

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:08 WIB