Waspada, Sakit Kepala Berulang Kini Banyak Dialami Anak Muda Produktif

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadai bila mengalami sakit kepala berulang ulang, kebali gejala awal dan jangan biarkan, segera konsultasi dengan ahlinya sebelum terlambat, bisa menimbulkan stroke.

Waspadai bila mengalami sakit kepala berulang ulang, kebali gejala awal dan jangan biarkan, segera konsultasi dengan ahlinya sebelum terlambat, bisa menimbulkan stroke.

Jakarta.jentik.id — Penyakit saraf yang sebelumnya identik menyerang usia lanjut kini mulai banyak dialami kalangan muda usia produktif. Gejala seperti sakit kepala berulang, nyeri tengkuk, kesemutan, kebas, nyeri pinggang bawah hingga stroke ringan maupun berat tidak lagi boleh dianggap sepele.

Para ahli mengingatkan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama jika keluhan muncul terus-menerus dan disertai gangguan lain seperti pusing, mual, atau kelemahan pada anggota tubuh.

Fenomena ini terlihat dari berbagai kasus yang kini dialami anak muda. Salah satunya dialami perempuan asal Singapura bernama Tan Cheng Hui yang terkena stroke pada usia 26 tahun.

Mengutip laporan Health, Tan awalnya mengalami sakit kepala mendadak saat berada dalam perjalanan menuju stasiun MRT Orchard, Singapura. Rasa sakit muncul sangat hebat di bagian kepala dan leher, kemudian disertai kekakuan pada sisi kiri tubuh, pusing, serta mual hingga ingin muntah.

Baca Juga :  Manfaat Makan Telur Setiap Hari: Rahasia Kolin untuk Otak, Mental, dan Tulang yang Lebih Kuat

“Sebelumnya saya memiliki toleransi tinggi terhadap rasa sakit, tetapi serangan ini sangat menyakitkan hingga saya menangis,” ungkapnya.

Melihat kondisinya memburuk, sang pacar segera membawa Tan ke unit gawat darurat terdekat. Dokter kemudian mendiagnosis dirinya mengalami aneurisma otak pecah yang memicu stroke hemoragik atau perdarahan otak.

Aneurisma otak merupakan kondisi munculnya tonjolan menyerupai balon pada pembuluh darah otak yang dapat pecah sewaktu-waktu. Jika pecah, kondisi tersebut dapat menyebabkan perdarahan serius dan mengancam nyawa.

Padahal, sebelum kejadian itu Tan merasa dirinya sehat dan aktif berolahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berenang. Namun setelah serangan stroke, ia tidak dapat berbicara maupun berjalan selama beberapa minggu dan membutuhkan waktu panjang untuk memulihkan kemampuan dasar tubuhnya.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Paham Media Sosial Dampingi Anak Jika Lalai  Berdampak Negarif.

Ahli bedah saraf Teo Kejia menjelaskan aneurisma otak yang belum pecah umumnya sulit diketahui karena sering tidak menimbulkan gejala.

Menurutnya, banyak kasus aneurisma baru terdeteksi secara tidak sengaja saat pasien menjalani pemeriksaan pencitraan untuk kondisi lain.

Namun ketika ukurannya membesar, aneurisma dapat menekan jaringan otak dan saraf di sekitarnya sehingga memicu gejala seperti sakit kepala, gangguan penglihatan, hingga nyeri wajah.

Tan mengaku baru memahami tingkat keparahan kondisinya setelah mulai pulih dari masa kritis.

“Saya baru menyadari betapa beruntungnya bisa selamat dari pecahnya aneurisma otak,” katanya.

Para ahli mengimbau masyarakat, khususnya anak muda usia produktif, agar tidak mengabaikan sakit kepala yang berulang ulang, maupun gejala saraf lainnya. Pemeriksaan medis sejak dini dinilai penting untuk mencegah kondisi yang lebih berat dan mengancam jiwa.(asy*)

Berita Terkait

Jakarta Temukan 4 Kasus Hantavirus, Satu Pasien Kini Jalani Isolasi
Komitmen Presiden Prabowo Subianto Segera Perbaiki Seluruh Puskesmas di Indonesia
Usulan Bupati Monadi Dikabulkan Menkes RI Kabupaten Kerinci Segera Miliki RSUD Tipe C
Wabah Demam Babi Landa Jepang, 3.000 Ekor Babi Dimusnahkan di Shizuoka
Mencegah Penyebaran Penyakit Hewan Jelang Idul Adha Petugas Karantina Dan UPTD Meperketat Pintun Masuk Keluar Ternak.
Direktur RSUD Mayjen H.A. Thalib Resmi Diganti, dr. Rofi Irman Dilantik
Latihan Membangun Otot dengan Sederhana di Rumah bagi Lansia
Peran Ibu Rumah Tangga Penjaga Kesehatan Anggota Keluarga
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 20:01 WIB

Jakarta Temukan 4 Kasus Hantavirus, Satu Pasien Kini Jalani Isolasi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Waspada, Sakit Kepala Berulang Kini Banyak Dialami Anak Muda Produktif

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:32 WIB

Komitmen Presiden Prabowo Subianto Segera Perbaiki Seluruh Puskesmas di Indonesia

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:56 WIB

Usulan Bupati Monadi Dikabulkan Menkes RI Kabupaten Kerinci Segera Miliki RSUD Tipe C

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:30 WIB

Wabah Demam Babi Landa Jepang, 3.000 Ekor Babi Dimusnahkan di Shizuoka

Berita Terbaru