KPK Sebut Penanganan Koruptor Sangat Mahal, Negara Tanggung Semua Kebutuhan Tahanan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tahanan KPK. Foto: Humas KPK

Ilustrasi tahanan KPK. Foto: Humas KPK

Jakarta, jentik.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai pencegahan korupsi lebih efektif daripada penindakan. KPK mempertimbangkan tingginya biaya yang negara keluarkan untuk menangani koruptor hingga menjalani hukuman penjara.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengatakan proses penindakan memerlukan anggaran besar sejak tahap penyelidikan sampai masa tahanan.

“Penindakan pasti lebih mahal. Saat berada di penjara, negara masih menanggung makan, pakaian, seragam, dan kebutuhan lainnya,” ujar Setyo saat menghadiri peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Baca Juga :  Diduga Terkait Suap Proyek, Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Terjaring OTT KPK

KPK bersama pemerintah meluncurkan buku panduan pendidikan antikorupsi untuk pelajar mulai tingkat PAUD hingga SMA/SMK sederajat. Pemerintah ingin menyamakan materi antikorupsi di seluruh sekolah di Indonesia.

Setyo menyebut buku panduan itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun budaya antikorupsi sejak usia dini.

Baca Juga :  KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam OTT Bupati Langkat Syah Afandin Terkait Dugaan Suap Proyek

Menurut Setyo, panduan itu memuat lima kompetensi utama, yakni taat aturan, memahami konsep kepemilikan, menjaga amanah, menolak dilema etis, dan membangun budaya antikorupsi.

Ia juga menegaskan dunia pendidikan harus menjadi tempat utama untuk membangun budaya antikorupsi, bukan hanya mengandalkan proses hukum.

“Masa depan tanpa korupsi lahir dari ruang kelas, bukan dari ruang pemeriksaan atau persidangan,” tegasnya. (nr*)

Berita Terkait

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Waspada Lowongan Kerja Fiktif! 7.908 Konten Dihapus, Patroli Siber Makin Diperkuat
Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi, 8 WNI Diduga Terjebak hingga Masuk Tentara Rusia
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Kamis, 3 September 2026 - 11:32 WIB

Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu

Kamis, 3 September 2026 - 09:48 WIB

Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB