Peran Ibu Rumah Tangga Penjaga Kesehatan Anggota Keluarga

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta.jentik.id — Peran ibu rumah tangga dinilai sangat strategis dalam menjaga kesehatan keluarga sekaligus menjadi fondasi pembangunan kesehatan nasional.

“Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam sektor kesehatan.

Menurut Menkes Budi, pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas medis, tetapi juga pada peran aktif perempuan di tingkat keluarga. Ia mendorong adanya gerakan “perempuan sehat dan perempuan menyehatkan” sebagai upaya meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga dalam menjaga kesehatan anggota keluarga.

“Jika para pemangku kepentingan berkolaborasi merealisasikan gerakan ini, maka rata-rata usia harapan hidup dan Healthy Average Life Expectancy (HALE) Indonesia bisa meningkat dari 74 tahun menjadi 84 tahun,” ujar Budim dalam Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026 bertema No Woman Left Behind, di Jakarta, Rabu (29/4).

Baca Juga :  Alfin Audiensi ke Kemenkes, Bahas Layanan Kesehatan

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki sekitar 10 ribu puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 85 ribu desa. Namun, potensi layanan kesehatan dinilai bisa diperluas hingga ke 74 juta rumah tangga melalui peningkatan kapasitas ibu sebagai “dokter keluarga”.

Menurutnya, ibu-ibu selama ini telah menjalankan peran tersebut secara alami, seperti menangani anak demam, diare, hingga batuk pilek tanpa dukungan formal. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dasar kesehatan dinilai akan sangat berdampak.

“Bila ibu-ibu dibekali kemampuan sederhana seperti mengukur tekanan darah, memahami penggunaan obat, hingga memahami apa yang dilarang, yakin hal-hal kecil ini dapat dipahami bisa membawa perubahan besar,” katanya.

Baca Juga :  BPOM Peringatkan Bahaya 22 Jamu Ilegal, Risiko Stroke hingga Gagal Ginjal Mengintai

Selain itu, ibu rumah tangga juga dapat diajarkan cara memantau kadar gula darah juga dapat mengetahui serta langkah pencegahan penyakit tidak menular, dengan pengetahuan tersebut, kualitas kesehatan keluarga diharapkan meningkat secara signifikan.

Menkes pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sistem kesehatan berbasis gerakan bersama. Ia menegaskan, program pemerintah saja tidak cukup tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

“Ini bukan hanya program, tapi harus menjadi gerakan. Setiap orang harus merasa memiliki peran dalam membangun kesehatan bangsa,” ujarnya.(asy*).

Berita Terkait

Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi
Tak Cuma Bikin Lelah, Kurang Tidur Ternyata Bisa Picu Stroke Ringan
Dinkes Kerinci Jemput Bola Usulan DAK 2027 untuk Dukung Operasional RSUD Tipe C Kerinci
Generasi Muda Ketagihan Kopi, Benarkah Sudah Terjebak Ketergantungan Kafein?
Bupati Monadi Bersyukur Pembngunan RSUD Kerinci Terwujud  Minta Persiapan Peralatan dan SDM Segera Dimatangkan
RSUD Kerinci Segera Dibangun, PT PP Urban Menangi Tender Rp137,5 Miliar Berkat Perjuangan Gigih Bupati Kerinci.
Kebanyakan Sate Saat Idul Adha? Ini Solusi Ampuh Turunkan Kolesterol
Banyak Makan Daging Saat Idul Adha? Dokter Ingatkan Hal Penting Ini
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:28 WIB

Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:48 WIB

Tak Cuma Bikin Lelah, Kurang Tidur Ternyata Bisa Picu Stroke Ringan

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:10 WIB

Dinkes Kerinci Jemput Bola Usulan DAK 2027 untuk Dukung Operasional RSUD Tipe C Kerinci

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:37 WIB

Generasi Muda Ketagihan Kopi, Benarkah Sudah Terjebak Ketergantungan Kafein?

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:42 WIB

Bupati Monadi Bersyukur Pembngunan RSUD Kerinci Terwujud  Minta Persiapan Peralatan dan SDM Segera Dimatangkan

Berita Terbaru