Wamentan Sudaryono Tegas, Pabrik Sawit Beli TBS Murah Bisa Dicabut Izinnya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tanaman kelapa sawit-DOK Jambi Ekspres-

Ilustrasi tanaman kelapa sawit-DOK Jambi Ekspres-

JAKARTA, jentik.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pemerintah akan mencabut izin pabrik kelapa sawit yang membeli tandan buah segar (TBS) petani di bawah harga ketentuan.

Pemerintah mengambil langkah ini untuk melindungi petani sawit yang terdampak penurunan harga di sejumlah daerah. Selain itu, Kementerian Pertanian menilai praktik pembelian di bawah harga acuan merugikan petani secara langsung.

Sudaryono mengungkapkan pemerintah telah mengidentifikasi 139 pabrik kelapa sawit yang membeli TBS di bawah harga daerah. Dari jumlah tersebut, baru 16 pabrik yang mulai menaikkan harga setelah mendapat peringatan.

“Kami sudah mengidentifikasi 139 pabrik yang membeli di bawah harga ketetapan,” kata Sudaryono.

Baca Juga :  Anjloknya Harga TBS Sawit, Petani Terguncang dan Terancam Merugi

Pemerintah kemudian menggelar rapat lanjutan bersama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), BUMN perkebunan, Gapki, asosiasi petani, eksportir, dan perusahaan refinery untuk menstabilkan harga TBS.

Selain itu, pemerintah meminta pelaku industri hilir mengikuti acuan harga lelang PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN). Pemerintah juga menegaskan pelaku usaha harus menghindari praktik penurunan harga sepihak atau withdraw.

Menurut Sudaryono, harga minyak sawit dunia masih stabil, sehingga fluktuasi harga TBS terjadi di rantai distribusi tengah. Karena itu, pemerintah mendorong pembelian di tingkat hilir agar memberi dampak langsung ke harga di tingkat petani.

Baca Juga :  Peringatan Pentingnya Kedekatan Orang Tua dengan Anak Jadi Pondasi Perubah Sosial

Selanjutnya, pemerintah meminta kepala daerah memperkuat pengawasan sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 tentang tata kelola penetapan harga TBS.

Namun, Kementerian Pertanian menilai penerapan aturan tersebut belum merata di seluruh daerah penghasil sawit. Karena itu, pemerintah meminta pemerintah daerah lebih aktif mengawasi pabrik kelapa sawit.

Jika pabrik tetap melanggar aturan, pemerintah tidak hanya menjatuhkan sanksi administratif, tetapi juga mencabut izin usaha. Selain itu, Kementan siap melibatkan Satgas Pangan jika ditemukan pelanggaran hukum.

“Jika ada pelanggaran, kami akan berikan sanksi administratif hingga pencabutan izin,” tegas Sudaryono. (nr*)

Berita Terkait

Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran, Budi Arie Tegaskan Wapres Tak Akan Mundur
Kemenhaj Rilis Jadwal Haji 2027, Ini Tanggal Keberangkatan Kloter Pertama
Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 09:29 WIB

Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran, Budi Arie Tegaskan Wapres Tak Akan Mundur

Minggu, 1 November 2026 - 07:54 WIB

Kemenhaj Rilis Jadwal Haji 2027, Ini Tanggal Keberangkatan Kloter Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Berita Terbaru