Padang, jentik.id-Antrean panjang kendaraan pengangkut barang kembali terlihat di SPBU Pertamina Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Minggu (24/5/2026). Para sopir truk memilih mengantre solar sejak akhir pekan agar pekerjaan mereka tidak terganggu pada hari kerja.
Puluhan truk tampak memadati area SPBU hingga antreannya meluber ke bahu jalan. Para sopir rela mengorbankan waktu istirahat demi memastikan kendaraan mereka mendapat pasokan BBM subsidi.
Bagi sopir angkutan barang, solar menjadi kebutuhan utama untuk menjalankan aktivitas kerja setiap hari. Karena itu, banyak pengemudi memilih mencari solar lebih awal agar tidak terjebak antrean panjang saat mulai bekerja.
Salah seorang sopir truk asal Padang, Nurman, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk mengisi bahan bakar.
“Saya baru antre sekitar setengah jam. Lebih baik isi sekarang daripada besok takut kehabisan solar,” ujarnya.
Nurman mengatakan dirinya dijadwalkan mengangkut pasir pada Senin pagi. Ia memilih menyelesaikan urusan pengisian BBM lebih awal agar tidak kehilangan waktu kerja.
“Kalau besok baru antre solar, waktu kerja bisa habis di jalan,” katanya.
Sopir Pilih Antre Hari Libur
Banyak sopir kini menjadikan hari libur sebagai waktu khusus untuk mengisi solar. Mereka menilai langkah itu lebih aman dibanding harus berburu BBM saat aktivitas kerja sudah dimulai.
Meski antrean berlangsung lama, para sopir tetap bertahan demi memastikan kendaraan mereka bisa kembali beroperasi normal.
Nurman mengaku kekhawatiran terbesar para sopir adalah ketika solar habis tepat saat giliran kendaraan mereka tiba di dispenser pengisian.
“Kalau sudah capek antre panjang tapi pas giliran ternyata solar habis, itu yang paling bikin pusing,” ujarnya.
Antrean Pertalite Juga Padat
Kepadatan di SPBU Kayu Gadang tidak hanya terjadi pada jalur solar. Antrean kendaraan roda dua juga terlihat memenuhi jalur pengisian Pertalite.
Ratusan pengendara motor tampak berbaris untuk mendapatkan BBM demi kebutuhan aktivitas harian mereka.
Situasi tersebut memperlihatkan tingginya kebutuhan bahan bakar masyarakat di tengah antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Padang.
Peralihan Pengguna Dexlite Diduga Jadi Penyebab
Seorang pengendara bus bernama Fajar menilai antrean solar semakin panjang karena sebagian pengguna BBM nonsubsidi mulai beralih ke solar subsidi.
Menurutnya, banyak pemilik kendaraan yang biasanya menggunakan Dexlite kini ikut mengantre solar karena harga BBM subsidi lebih murah dan stabil.
“Orang yang biasanya isi Dexlite sekarang ikut antre solar. Itu yang bikin antrean makin panjang,” katanya.
Kondisi tersebut membuat beban antrean di jalur BBM subsidi semakin meningkat, terutama pada SPBU yang menjadi lokasi favorit kendaraan angkutan barang. (nr*)









