Ketegangan AS dan Iran Meledak Lagi Saat Negosiasi Damai Masih Berjalan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burung-burung terbang saat asap mengepul setelah ledakan, menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran, di Teheran, Iran, 2 Maret 2026. Foto: West Asia News Agency via REUTERS

Burung-burung terbang saat asap mengepul setelah ledakan, menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran, di Teheran, Iran, 2 Maret 2026. Foto: West Asia News Agency via REUTERS

TEHERAN, jentik.id – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat meski kedua negara masih menjalani negosiasi damai yang rapuh.

Pada Kamis (28/5/2026), serangan udara kembali terjadi di wilayah selatan Iran. Media setempat melaporkan tiga ledakan keras mengguncang kota pelabuhan Bandar Abbas pada dini hari, wilayah yang sebelumnya juga menjadi target serangan.

Militer AS mengklaim menembak jatuh empat drone Iran di sekitar Selat Hormuz. Seorang pejabat AS menyebut pasukan Komando Pusat juga menghancurkan stasiun kendali drone di Bandar Abbas yang diduga akan meluncurkan serangan tambahan.

Baca Juga :  AS Incar Selat Hormuz! Trump Klaim Kemenangan atas Iran dan Siapkan Tarif Kapal

Presiden AS Donald Trump menegaskan Iran masih ingin mencapai kesepakatan, namun prosesnya belum berjalan sesuai harapan Washington.

“Sejauh ini mereka belum sampai ke titik kesepakatan,” ujar Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

Trump juga menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka untuk semua pihak, meski ia mengeluarkan peringatan keras terkait keamanan jalur tersebut.

Di sisi lain, pejabat Garda Revolusi Iran menyatakan militer mereka tetap siaga penuh meski menilai kemungkinan perang masih rendah.

Iran kemudian mengklaim telah membalas serangan dengan menargetkan pangkalan militer AS yang disebut menjadi sumber serangan sebelumnya di sekitar Bandar Abbas. Namun, Iran tidak menyebutkan lokasi pasti pangkalan tersebut.

Baca Juga :  Langit Timur Tengah Membara, Drone Iran Serang Target Militer Israel–AS

Ketegangan di kawasan ini juga mulai berdampak ke ekonomi global. Indonesia dan Thailand mulai meningkatkan penggunaan utang jangka pendek untuk menghadapi tekanan pasar akibat konflik.

Bank Indonesia memperbesar penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik modal asing dan menstabilkan rupiah. Sementara itu, Thailand mengandalkan surat utang jangka pendek untuk membiayai program darurat.

Analis menilai strategi tersebut memberi fleksibilitas pendanaan, namun meningkatkan risiko pembiayaan ulang di masa depan jika ketegangan global terus berlanjut. (nr*)

Berita Terkait

Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan
Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan
MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara
Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman
Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:57 WIB

MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Berita Terbaru