Pasutri WN China Tewas Saat Snorkeling di Labuan Bajo, Diduga Terseret Arus Kencang

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah warga negara China, Sha Qingyang, yang tenggelam di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/7/2026).  Foto: kumparan

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah warga negara China, Sha Qingyang, yang tenggelam di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/7/2026). Foto: kumparan

LABUAN BAJO, jentik.id – Dua wisatawan asal China meninggal dunia saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7/2026). Korban merupakan pasangan suami istri, Guo Xingyou (29) dan Sha Qingyang (30).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, mengatakan pasangan tersebut sedang menikmati keindahan bawah laut ketika gelombang dan arus laut menghantam mereka.

“Kedua korban WNA China sedang melakukan snorkeling di perairan Pulau Kelor. Namun nahas, gelombang tinggi menghantam kedua korban hingga tenggelam,” kata Fathur, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga :  Tiga ABK Selamat, Tim SAR Jambi Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Simbur Naik

Tim SAR Evakuasi Kedua Korban

Tim SAR gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan dari lokasi kejadian.

Sekitar pukul 12.45 Wita, tim menemukan Guo Xingyou dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sejumlah wisatawan di lokasi segera memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP).

Selanjutnya, tim membawa Guo ke RSUD Komodo, Labuan Bajo. Namun, tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Sementara itu, tim SAR menemukan Sha Qingyang sekitar pukul 16.44 Wita di kedalaman sekitar 23 meter. Setelah itu, petugas mengevakuasi jenazah korban untuk proses penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Kasus Mayat Terikat di Sungai Jilu, Polisi Amankan YD di Rumah Kos

Korban Tidak Mengenakan Jaket Keselamatan

Fathur mengungkapkan kedua korban tidak memakai jaket keselamatan (life jacket) saat melakukan aktivitas snorkeling.

Selain itu, tidak ada kru kapal maupun pemandu wisata yang mengawasi mereka selama berada di dalam air.

Menurut Fathur, arus laut yang kuat dari sisi barat Pulau Kelor diduga menyeret kedua korban hingga mengalami kelelahan dan akhirnya tenggelam.

Saat ini, aparat masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut. Petugas juga mendalami kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan wisata bahari. (nr*)

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB

Wako Alfin,SH hadiri Pisah sambut Pedang Pora Polres Kerinci dari AKBP Ramadhanil,SH,S.I.K.MH kepada  AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, SH, S.I.K., M.I.K.salam komando.

Sungai Penuh

Wako Alfin Hadiri Pisah Sambut Tradisi Pedang Pora Kapolres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 18:22 WIB