Kerinci, Jentik.id – Isu mengenai hubungan yang dinilai kurang harmonis antara Bupati Kerinci dan Wakil Bupati Kerinci mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat karena beda kepentingan.
Sejumlah kalangan menilai adanya perbedaan pandangan dalam beberapa kebijakan strategis pemerintahan yang memunculkan spekulasi mengenai tidak sejalannya kepemimpinan di Kabupaten Kerinci.
Perbincangan tersebut menguat seiring jarangnya kedua pimpinan daerah terlihat bersama dalam sejumlah agenda resmi pemerintahan dalam beberapa waktu terakhir. Pada beberapa kegiatan penting, Bupati Kerinci tampak menghadiri agenda secara terpisah, seperti peresmian proyek infrastruktur di wilayah mudik Kerinci.
Sementara itu, Wakil Bupati juga terlihat memimpin sejumlah kegiatan pemerintahan dan penyerahan bantuan sosial di wilayah hilir.
Pengamat politik senior Kerinci, Syamsu Arifin, menilai dinamika hubungan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah merupakan hal yang lazim dalam pemerintahan.
Namun, menurutnya, perbedaan pandangan dalam menentukan arah kebijakan strategis perlu dikelola dengan baik agar tidak memengaruhi jalannya roda pemerintahan.
“Memasuki tahun kedua kepemimpinan, terdapat sejumlah agenda yang dijalankan secara terpisah.
Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah tetap fokus pada program prioritas yang menyentuh kebutuhan publik, terutama sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Syamsu.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kerinci, termasuk dukungan anggaran dan program melalui organisasi perangkat daerah terkait.
Sementara itu, sejumlah sumber di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci menyebut adanya perbedaan pandangan dalam beberapa kebijakan, terutama terkait penataan birokrasi dan penempatan pejabat eselon.
Kondisi tersebut disebut-sebut memunculkan dinamika di internal pemerintahan.
“Memang ada perbedaan pandangan dalam beberapa keputusan strategis, khususnya terkait penataan birokrasi.
Masing-masing pihak memiliki pertimbangan tersendiri,” ujar salah seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bupati maupun Wakil Bupati Kerinci terkait isu tersebut.
Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan langsung dari kedua belah pihak.
Pengamat menilai, komunikasi yang baik dan sinergi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah sangat penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan serta memastikan program pembangunan berjalan efektif demi kepentingan masyarakat Kabupaten Kerinci.(asy*).









