Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri rapat umum di Teheran, Iran, 31 Mei 2019. (via REUTERS/Hamid Forootan)

Foto: Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri rapat umum di Teheran, Iran, 31 Mei 2019. (via REUTERS/Hamid Forootan)

Iran, jentik.id-Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan akan segera tampil di depan publik. Pemerintah Iran menyiapkan rekaman video yang menampilkan aktivitas Mojtaba sebagai upaya membantah rumor terkait kondisi kesehatannya.

Wakil Kepala Organisasi Paramiliter Basij, Qasem Qoraishi, menyampaikan rencana tersebut pada Minggu. Ia mengatakan pemerintah akan merilis sejumlah foto dan video Mojtaba dalam waktu dekat.

Menurut Qoraishi, rekaman itu akan memperlihatkan Mojtaba bersama masyarakat serta dalam pertemuan dengan para komandan Angkatan Bersenjata Iran.

Ia juga menuding pihak yang berseberangan dengan Iran menyebarkan rumor untuk memicu perpecahan di tengah masyarakat dan kelompok pendukung pemerintah.

Lama Tak Terlihat di Depan Publik

Mojtaba Khamenei sudah lama tidak muncul di hadapan publik. Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai keadaan fisik dan kesehatannya.

Baca Juga :  Iran Beri Sinyal Serangan Balasan Usai Tewasnya Ali Larijani

Sejumlah rumor bahkan menyebut Mojtaba mengalami cedera serius atau ikut tewas dalam serangan militer. Namun, pemerintah Iran membantah kabar tersebut.

Otoritas Iran menyatakan Mojtaba tetap menjalankan tugasnya dan terlibat dalam pengambilan keputusan politik maupun militer.

Media pemerintah Iran sebelumnya juga merilis video singkat yang menampilkan Mojtaba bersama sejumlah pejabat. Rekaman berdurasi sekitar 12 detik itu tidak mencantumkan waktu pengambilan gambar.

Sejumlah media di luar Iran kemudian mempertanyakan kapan video tersebut direkam. Mereka menduga rekaman itu mungkin berasal dari periode sebelum perang kembali memanas.

Baca Juga :  Iran vs AS Kian Panas, USS Abraham Lincoln Diklaim Diserang

Faktor Keamanan Jadi Alasan

Kondisi keamanan menjadi salah satu alasan Mojtaba jarang tampil di depan publik. Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan terhadap sejumlah tokoh politik dan militer Iran selama konflik berlangsung.

Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah pejabat penting Iran. Situasi itu membuat pemerintah memperketat pengamanan terhadap para pemimpin negara.

Pemerintah Iran kini berupaya menunjukkan bahwa Mojtaba tetap menjalankan tugasnya sebagai pemimpin tertinggi.

Rencana publikasi video terbaru diharapkan dapat meredam berbagai spekulasi mengenai keberadaan dan kondisi Mojtaba di tengah situasi politik serta militer Iran yang masih tegang. (nr*)

Berita Terkait

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Senin, 21 September 2026 - 15:21 WIB

AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Berita Terbaru