Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026)

Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026)

JAKARTA, jentik.id – Banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah wilayah di perbatasan Nepal dan Daerah Otonom Tibet, China. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 390 orang dan membuat lebih dari 1.400 orang hilang.

Tim penyelamat Nepal dan China terus mencari korban di sejumlah lokasi. Petugas juga mengevakuasi warga yang masih terjebak akibat banjir dan longsor.

Gletser Diduga Picu Bencana

Sejumlah laporan menduga runtuhnya gletser memicu bencana tersebut. Namun, otoritas setempat masih menyelidiki penyebab pasti banjir bandang dan longsor.

Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal mencatat 359 jenazah hingga Kamis malam. Selain itu, sekitar 910 orang masih dalam pencarian.

Analisis citra satelit turut memberikan petunjuk mengenai penyebab bencana. Profesor Universitas Tokyo Hidenori Watanabe memperkirakan sebagian gletser berukuran sekitar 1 kilometer kali 2 kilometer runtuh.

Material gletser tersebut kemudian bergerak sekitar 1,2 kilometer hingga mencapai dasar lembah. Kondisi itu diduga memicu luapan air dan material dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Sosok Misterius Penembak Gala Trump, Dari Insinyur hingga Developer Game Indie

Wisatawan Asing Ikut Hilang

Otoritas pariwisata Nepal menyebut wisatawan dari lebih dari 30 negara masuk dalam daftar orang hilang. Mereka antara lain berasal dari India, Malaysia, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Satu keluarga asal Jepang yang terdiri dari lima orang juga belum ditemukan. Keluarga tersebut diduga masuk ke Nepal dari wilayah China untuk mengikuti perjalanan wisata.

Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu meminta otoritas Nepal membantu pencarian keluarga tersebut. Pemerintah Jepang juga terus memantau perkembangan pencarian.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sebelumnya menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah China dan Nepal. Ia berharap kedua negara segera memulihkan kondisi wilayah terdampak.

Sungai Meluap, Infrastruktur Rusak

Di wilayah pegunungan Rasuwa, Nepal, Sungai Bhotekoshi meluap setelah bencana terjadi. Air bah kemudian merusak rumah dan sejumlah infrastruktur.

Baca Juga :  Prabowo Terbang ke Moskow, Bahas Energi dan Geopolitik dengan Vladimir Putin

Salah satu fasilitas yang terdampak ialah pembangkit listrik tenaga air. Kerusakan tersebut menambah dampak bencana terhadap aktivitas masyarakat setempat.

Sementara itu, longsor juga menerjang Shigatse, salah satu kota besar di Daerah Otonom Tibet, China.

Kantor berita Xinhua melaporkan tiga orang meninggal akibat bencana di wilayah tersebut. Lebih dari 550 orang masih belum ditemukan.

Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian

Tim penyelamat Nepal dan China terus mencari warga yang hilang. Mereka juga mengevakuasi korban serta membuka akses menuju wilayah yang terisolasi.

Petugas masih menghadapi medan sulit akibat longsor dan kerusakan infrastruktur. Karena itu, tim terus menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi di lapangan.

Pemerintah kedua negara kini memprioritaskan pencarian korban dan evakuasi warga. Mereka juga berupaya memulihkan akses menuju wilayah yang terdampak paling parah. (nr*)

Berita Terkait

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Senin, 21 September 2026 - 15:21 WIB

AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Berita Terbaru