JAMBI, jentik.id – Pemerintah pusat menambah dukungan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Bantuan itu mencakup pembangunan 500 titik sumur bor, satu helikopter water bombing, serta sepeda motor untuk meningkatkan mobilitas tim di lapangan.
Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz Fattah mengatakan pemerintah daerah siap mengoptimalkan seluruh bantuan tersebut. Menurut Hafiz, tambahan fasilitas ini dapat membantu petugas menangani titik api yang sulit mereka jangkau.
Selain itu, pemerintah pusat menyiapkan sumur dalam di sejumlah wilayah yang jauh dari sumber air permukaan. Fasilitas tersebut akan menyediakan sumber air yang lebih dekat dengan kawasan rawan karhutla.
Pemerintah menargetkan pembangunan 500 sumur bor di berbagai titik. Dengan fasilitas ini, petugas dapat mengambil air lebih dekat ketika menghadapi kebakaran. Langkah tersebut juga membantu tim menghadapi potensi karhutla pada musim kemarau berikutnya.
Selanjutnya, pemerintah pusat menambah satu helikopter water bombing untuk memperkuat pemadaman dari udara. Tambahan tersebut membuat Jambi kini mengoperasikan empat helikopter water bombing untuk membantu petugas memadamkan api di sejumlah wilayah.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga menyiapkan bantuan sepeda motor untuk satuan tugas darat. Kendaraan tersebut akan membantu petugas bergerak menuju lokasi kebakaran yang sulit mereka akses dengan kendaraan roda empat.
Menurut Hafiz, sumber air yang dekat dengan titik rawan kebakaran dapat mempercepat gerak petugas. Sebab, tim tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mengambil air saat menghadapi titik api.
Karena itu, pemerintah daerah akan mengoptimalkan sumur bor, helikopter, dan kendaraan operasional tersebut. Tim penanganan karhutla juga akan memperkuat koordinasi agar setiap bantuan mampu mendukung pemadaman secara cepat.
Sementara itu, keberadaan 500 sumur bor dapat menjadi langkah jangka panjang untuk memperkuat kesiapsiagaan Jambi. Petugas nantinya memiliki lebih banyak pilihan sumber air ketika kebakaran muncul di kawasan yang jauh dari sungai atau sumber air lainnya.
Dengan tambahan fasilitas tersebut, Jambi memperkuat strategi penanganan karhutla melalui pemadaman dari darat dan udara. Pemerintah juga terus mendorong kesiapan petugas untuk menghadapi risiko kebakaran, terutama saat musim kemarau. (nr*)









