Lumajang, Jentik.id- Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi di tengah kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Erupsi tersebut disertai guguran lava pijar dengan jarak luncur mencapai 1.500 meter ke arah tenggara atau menuju kawasan Besuk Kobokan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan aktivitas erupsi tersebut terjadi pada Sabtu (5/9/2026).
“Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke tenggara,” ujar Liswanto dalam laporan tertulisnya.
Selain guguran lava pijar, petugas mencatat sembilan kali letusan dengan tinggi kolom abu berkisar antara 300 hingga 800 meter di atas puncak. Asap berwarna kelabu tebal teramati condong ke arah barat.
Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, serta banjir lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru.
Kondisi ini menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik berlangsung ketika kebakaran hutan di kawasan TNBTS masih terjadi. Masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan terdampak diimbau mengikuti arahan petugas serta tidak mendekati zona berbahaya.
(asy*)









