Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Anak Krakatau Muntahkan Abu Vulkanik. Foto: Dok. Humas BNPB

Gunung Anak Krakatau Muntahkan Abu Vulkanik. Foto: Dok. Humas BNPB

Banten, jentik.id-Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali berdampak pada aktivitas penerbangan di Indonesia. Sebaran abu vulkanik mencapai sejumlah wilayah seperti Lampung, Banten, Jawa Barat, hingga Jabodetabek pada Minggu, 6 September 2026.

Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan mengalami penundaan. Otoritas penerbangan mengambil langkah tersebut untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru karena abu vulkanik dapat mengganggu kinerja mesin hingga mengurangi jarak pandang pilot.

Abu Vulkanik Bisa Mencapai Jalur Pesawat

Abu vulkanik tidak sekadar berupa debu biasa. Erupsi gunung api dapat membawa material batuan, mineral, dan pecahan kaca vulkanik ke atmosfer.

Partikel tersebut berukuran sangat halus sehingga angin dapat membawanya hingga ketinggian yang menjadi jalur penerbangan. Kondisi ini membuat pesawat berisiko memasuki area yang mengandung abu vulkanik tanpa terlihat jelas dari kejauhan.

Masalah semakin serius ketika partikel abu masuk ke mesin pesawat. Material tersebut memiliki sifat abrasif dan dapat mengikis sejumlah komponen mesin.

Partikel Abu Bisa Merusak Mesin

Mesin pesawat bekerja dengan mengalirkan udara dalam jumlah besar melalui berbagai komponen. Ketika abu vulkanik masuk ke dalam mesin, partikel tajamnya dapat mengikis bilah kompresor dan mengganggu aliran udara.

Abu yang masuk ke ruang pembakaran juga membawa risiko lebih besar. Suhu tinggi dapat membuat sebagian material vulkanik meleleh. Material tersebut kemudian dapat menempel pada bilah turbin dan menghambat aliran udara.

Jika endapan terus bertambah, mesin dapat kehilangan tenaga bahkan mengalami kegagalan fungsi. Karena itu, maskapai dan otoritas penerbangan harus menghindari area yang memiliki konsentrasi abu vulkanik.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Makin Parah, 2.458 Penerbangan di Indonesia Terdampak!

Abu Juga Mengganggu Pandangan Pilot

Risiko abu vulkanik tidak hanya berasal dari mesin. Partikel tersebut juga dapat mengganggu pandangan pilot ketika menempel atau menghantam kaca depan pesawat.

Abu vulkanik yang bersifat abrasif dapat menggores permukaan kaca kokpit. Kondisi ini bisa membuat pilot kesulitan melihat kondisi di luar pesawat.

Partikel abu juga dapat mengganggu lampu dan sejumlah komponen di bagian luar pesawat. Karena itu, keberadaan awan abu vulkanik menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan operasional penerbangan.

Bandara Berkoordinasi untuk Jaga Keselamatan

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan bahwa otoritas terkait mengambil keputusan penutupan sementara sejumlah bandara melalui koordinasi lintas sektor.

Otoritas Bandar Udara berkoordinasi dengan BMKG, Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia, pengelola bandara, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), InJourney, otoritas daerah, serta TNI.

Koordinasi tersebut membantu pihak terkait memantau perkembangan sebaran abu dan menentukan langkah yang paling aman bagi penerbangan.

Menurut Andri, seluruh pihak menempatkan keselamatan operasional sebagai prioritas utama ketika menghadapi kondisi darurat akibat aktivitas vulkanik.

Abu Vulkanik Mengandung Partikel Tajam

Peneliti keamanan kesehatan Griffith University Australia sekaligus Dosen Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI Jakarta, Dicky Budiman, menjelaskan bahaya abu vulkanik bagi penerbangan.

Menurutnya, abu vulkanik mengandung kristal silika yang memiliki karakter seperti pecahan kaca. Material tersebut dapat merusak komponen pesawat ketika masuk ke dalam mesin.

Dicky menjelaskan, abu yang masuk ke ruang bakar dapat meleleh akibat suhu tinggi. Material itu kemudian membeku kembali pada bilah turbin dan menghambat aliran udara.

Baca Juga :  Apel Kehormatan dan Renungan Suci Warnai Peringatan HUT ke-81 RI di Kerinci

Kondisi tersebut dapat membuat mesin kehilangan tenaga hingga berhenti bekerja.

Abu Vulkanik Juga Berisiko bagi Pernapasan

Selain mengancam penerbangan, abu vulkanik juga dapat mengganggu kesehatan manusia.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menyebut abu vulkanik terdiri atas pecahan kaca silika dan batuan berukuran sangat kecil. Ukurannya yang halus memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Partikel yang terhirup dapat melewati penyaringan alami pada hidung dan mencapai bagian dalam paru-paru, termasuk alveolus.

Abu vulkanik juga dapat membawa senyawa asam seperti asam sulfat dan asam klorida. Selain itu, material tersebut bisa mengandung mineral dan logam tertentu.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaiknya mengikuti informasi dan imbauan dari pihak berwenang, terutama ketika sebaran abu meningkat.

Abu Bisa Mengganggu Navigasi Pesawat

Direktorat Meteorologi Penerbangan BMKG juga mengingatkan adanya risiko lain dari sebaran abu vulkanik. Partikel tersebut dapat mengganggu sistem navigasi dan sensor pesawat.

Kondisi cuaca serta arah pergerakan abu juga dapat memaksa maskapai mengubah jalur penerbangan. Akibatnya, penumpang bisa menghadapi keterlambatan atau perubahan jadwal perjalanan.

Langkah tersebut memang dapat mengganggu perjalanan, tetapi otoritas penerbangan perlu mengutamakan keselamatan sebelum mempertahankan jadwal penerbangan.

Dengan pemantauan sebaran abu secara berkala dan koordinasi antarlembaga, pihak terkait dapat menentukan wilayah yang masih aman untuk penerbangan. Langkah ini juga membantu maskapai mengatur rute dan jadwal agar risiko terhadap pesawat serta penumpang tetap rendah. (nr*)

Berita Terkait

Safari Jumat ke Pinggir Air, Wako Alfin Serahkan Bantuan Rp5 Juta untuk Masjid Baiturrahim
Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Kehidupan Produktif Di Lingkungan Asrama Polres
6.516 Hektare Lahan Terbakar di Kaltim, 33 Tersangka Jadi Sasaran Penegakan Hukum
Karhutla Meluas, TNI AU Kerahkan 11 Pesawat Angkut untuk Padamkan Kebakaran
Kapolres Kerinci Tinjau BLK, Dorong Peningkatan Keterampilan Dan Peluang Kerja Bagi Generasi Muda
Wawako Azhar Hadiri HUT ke-27 Muaro Jambi, Perkuat Sinergi Daerah
Polda Riau Sita 35 Kg Sabu Senilai Rp62,9 Miliar, Jaringan Malaysia Sasar Tiga Provinsi
BAZNAS Pariaman Bantu Pemulung Bangkit, Bentor Jadi Modal Cari Rezeki Lebih Mudah
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Safari Jumat ke Pinggir Air, Wako Alfin Serahkan Bantuan Rp5 Juta untuk Masjid Baiturrahim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Kehidupan Produktif Di Lingkungan Asrama Polres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:38 WIB

6.516 Hektare Lahan Terbakar di Kaltim, 33 Tersangka Jadi Sasaran Penegakan Hukum

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Karhutla Meluas, TNI AU Kerahkan 11 Pesawat Angkut untuk Padamkan Kebakaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Kapolres Kerinci Tinjau BLK, Dorong Peningkatan Keterampilan Dan Peluang Kerja Bagi Generasi Muda

Berita Terbaru