Jalur Tapan–Sungai Penuh Kembali Normal Setelah Dua Hari Lumpuh Akibat Longsor

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi badang jalan pasca Lonsor Tapan Sungai penuh.

Kondisi badang jalan pasca Lonsor Tapan Sungai penuh.

Sungai Penuh, jentik.id-Arus lalu lintas di jalur penghubung Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dengan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Jambi, kembali normal setelah sempat lumpuh total selama dua hari akibat longsor dan banjir bandang.

Material lumpur dan bebatuan menimbun badan jalan di kawasan Sako dan Jangki Ayam menyusul hujan berintensitas tinggi pada Sabtu (10/10/2026). Kondisi tersebut diperparah meluapnya aliran sungai hingga memicu banjir bandang.

Berdasarkan informasi dari BPBD Pesisir Selatan, dua unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan. Informasi yang beredar di media sosial juga memperlihatkan Dandim 0311/Pesisir Selatan bersama instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk membantu proses penanganan dan pemulihan akses transportasi.

Baca Juga :  Purbaya Pastikan APBN Aman Meski Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS

Sejak Senin (12/10/2026) sore, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintasi jalur tersebut dari kedua arah. Meski demikian, pengendara diimbau tetap berhati-hati karena kondisi jalan masih berpotensi licin.

Terputusnya jalur selama dua hari berdampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama distribusi barang dan hasil pertanian. Pasalnya, jalur Tapan–Sungai Penuh merupakan salah satu urat nadi perekonomian yang menghubungkan wilayah Kerinci dan Sungai Penuh dengan Sumatera Barat. Selain via Muara Kabuh Solok Selatan.

Junaidi (37), salah seorang pedagang di Kota Sungai Penuh, mengatakan sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat dipasok dari Sumatera Barat melalui jalur tersebut.

Baca Juga :  Ketua DPC PDI- P Kota Sungai Penuh Hardizal  Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Koto Tinggi

“Sekitar 85 persen kebutuhan harian, seperti tepung, minyak goreng, kelapa, dan ikan, dipasok dari Sumatera Barat melalui jalur ini,” ujarnya.

Sebaliknya, jalur tersebut juga menjadi akses distribusi hasil perkebunan dan pertanian dari Kerinci serta Sungai Penuh menuju Padang dan wilayah Sumatera Barat lainnya.

Komoditas yang dipasarkan antara lain kayu manis, kopi, dan berbagai hasil pertanian.

Kembali normalnya akses Tapan–Sungai Penuh diharapkan dapat memulihkan aktivitas perdagangan, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat di kedua wilayah.(asy*)

Berita Terkait

Harga Cabai Merah dan Rawit di Pasar Tanjung Bajure Tembus Rp90 Ribu per Kilogram
Rancangan Mega Proyek Flyover Sungai Penuh–Tapan Dibahas Bersama TNKS
Kebutuhan Dasar Masyarakat Beras Harga Naik,Tembus 12 Persen
Bank Jambi Belum Bisa Layani Nasabahnya Transfer Antarbank via Mobile Banking Nasabah Kecewa
Kursi Menkeu Diserahkan Tanggung Jawab kepada Suahasil Nazara
Presiden Prabowo Copot Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan
Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat
Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Harga Cabai Merah dan Rawit di Pasar Tanjung Bajure Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Jalur Tapan–Sungai Penuh Kembali Normal Setelah Dua Hari Lumpuh Akibat Longsor

Rabu, 30 September 2026 - 14:32 WIB

Rancangan Mega Proyek Flyover Sungai Penuh–Tapan Dibahas Bersama TNKS

Senin, 21 September 2026 - 12:52 WIB

Kebutuhan Dasar Masyarakat Beras Harga Naik,Tembus 12 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 17:03 WIB

Bank Jambi Belum Bisa Layani Nasabahnya Transfer Antarbank via Mobile Banking Nasabah Kecewa

Berita Terbaru