Sungai Penuh, jentik.id- Rencana pembangunan jalan layang atau flyover yang menghubungkan Kota Sungai Penuh dengan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mulai memasuki tahap pembahasan lintas lembaga.
Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait sebagai bagian dari upaya mematangkan rencana pembangunan infrastruktur strategis tersebut.
Rencana pembangunan flyover ini sebelumnya mendapat respons positif dari anggota DPRD Provinsi Jambi daerah pemilihan (dapil) Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Edminuddin, didampingi Amrizal, menyatakan dukungannya terhadap gagasan pembangunan flyover yang disampaikan Pemerintah Kota Sungai Penuh.
“Kita mendukung program yang disampaikan Pemerintah Kota Sungai Penuh,” ujar Edminuddin.
Menurutnya, rencana tersebut perlu dikomunikasikan secara bersama-sama kepada pemerintah pusat. Upaya itu dapat dilakukan melalui DPR RI, DPD RI maupun kementerian terkait agar rencana pembangunan memperoleh dukungan dan dapat dibahas pada tingkat nasional.
Sementara itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai mempersiapkan berbagai aspek yang berkaitan dengan rencana pembangunan tersebut.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah adanya bagian jalur yang bersinggungan dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Kondisi tersebut membuat pembangunan flyover membutuhkan pembahasan dan koordinasi khusus dengan pihak berwenang, terutama terkait ketentuan pemanfaatan kawasan konservasi.
Belum lama ini, Wali Kota Sungai Penuh Alfin SH menggelar pertemuan bersama pihak pengelola TNKS di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan jalan layang yang memiliki keterkaitan dengan kawasan TNKS.
Dalam pertemuan itu, Pemkot Sungai Penuh bersama pengelola TNKS membahas berbagai aspek yang perlu diperhatikan agar rencana pembangunan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk aturan pemanfaatan kawasan konservasi.
Alfin mengatakan, rencana pembangunan tersebut perlu dibahas secara menyeluruh sejak tahap awal. Menurutnya, terdapat sejumlah aspek teknis dan regulasi yang harus dipersiapkan sebelum rencana tersebut masuk ke tahapan lebih lanjut.
“Kita ingin rencana ini dibahas secara komprehensif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, koordinasi lintas lembaga sangat penting agar setiap tahapan dapat berjalan dengan baik,” ujar Alfin.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sungai Penuh perlu membangun komunikasi dengan sejumlah instansi, antara lain Kementerian Kehutanan, Bappeda, pengelola TNKS, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta instansi teknis lainnya.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh siap membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh pihak. Harapannya, setiap peluang pengembangan konektivitas dan kerja sama dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kemajuan wilayah,” katanya.
Rencana pembangunan flyover Sungai Penuh–Tapan menjadi salah satu gagasan pengembangan konektivitas antardaerah. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan aktivitas ekonomi antara Kota Sungai Penuh, Kerinci dan wilayah Tapan.
Pertemuan dengan pengelola TNKS menjadi bagian dari langkah awal Pemkot Sungai Penuh untuk memastikan seluruh aspek teknis, administratif dan regulasi dipersiapkan secara matang.
Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa setiap tahapan pembangunan harus tetap memperhatikan ketentuan pemanfaatan kawasan serta kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Dengan koordinasi lintas lembaga sejak tahap awal, rencana pembangunan flyover Sungai Penuh–Tapan diharapkan dapat disiapkan secara lebih terarah sebelum memasuki tahapan perencanaan dan pengusulan kepada pemerintah pusat.(asy*)









