Purbaya Pastikan APBN Aman Meski Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat tidak membuat pemerintah harus menghitung ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat tidak membuat pemerintah harus menghitung ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jakarta, jentik.id – Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat tidak membuat pemerintah harus menghitung ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, Kementerian Keuangan sebelumnya telah melakukan berbagai simulasi terhadap sejumlah skenario ekonomi global, termasuk ketika harga minyak dunia berada di level 100 dolar AS per barel.

“Kita sudah hitung. Pada waktu simulasi minyak global 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi enggak ada masalah, saya enggak harus hitung ulang APBN-nya,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp 17.860, Bank Indonesia Ungkap Faktor Pendorong Penguatan Mata Uang

Ia menjelaskan, kondisi pasar obligasi domestik hingga kini masih relatif terkendali meski rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS. Stabilitas tersebut, kata dia, ditopang langkah pemerintah melalui aksi pembelian kembali (buyback) obligasi guna menjaga tingkat imbal hasil (yield).

“Walaupun rupiah melemah, bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di bendahara, untuk sedikit membeli (buyback), supaya yield-nya agak terkendali,” katanya.

Purbaya menilai stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan dan minat investor asing terhadap aset keuangan domestik.

“Jadi selama bond market terkendali, kemampuan investor asing untuk melakukan investasi bond kita akan terjaga juga. Kita sudah mulai melihat ada modal asing yang masuk ke pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Langkah Pemerintah Hadapi El Nino Tuai Respons Positif

Selain itu, pemerintah disebut tengah menyiapkan langkah lanjutan guna memperkuat nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.

“Ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu menaikkan rupiah dengan signifikan,” kata Purbaya.

Meski rupiah terus mengalami tekanan, ia menegaskan kondisi tersebut tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih cukup kuat.

“Ini terjadi karena fundamentalnya bagus, sebetulnya enggak masuk akal. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental ekonomi,” tuturnya.

Adapun nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (27/5) tercatat melemah 0,20 persen hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. (asy*)

Berita Terkait

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat
Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun
Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau
Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret
Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:01 WIB

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat

Senin, 7 September 2026 - 20:30 WIB

Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun

Minggu, 6 September 2026 - 10:14 WIB

Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau

Rabu, 2 September 2026 - 15:38 WIB

Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB