7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua perusahaan pemasok komponen kendaraan merek Jepang dikabarkan berencana memindahkan sebagian lini produksinya dari Indonesia ke Vietnam.

Dua perusahaan pemasok komponen kendaraan merek Jepang dikabarkan berencana memindahkan sebagian lini produksinya dari Indonesia ke Vietnam.

Surabaya, jentik.id – Industri komponen otomotif nasional menghadapi ancaman serius setelah dua perusahaan pemasok komponen kendaraan merek Jepang dikabarkan berencana memindahkan sebagian lini produksinya dari Indonesia ke Vietnam.

Jika rencana tersebut terealisasi, sekitar 7.000 pekerja berpotensi terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Informasi itu diungkapkan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, yang menyebut kedua perusahaan tersebut merupakan PT J dan PT S, bagian dari grup industri asal Jepang yang beroperasi di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur.

Kedua perusahaan selama ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri otomotif nasional dengan memasok komponen bagi sejumlah produsen kendaraan Jepang, seperti Toyota, Suzuki, dan Daihatsu, serta memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

“Kalau di Jepang sangat terkenal. Di Indonesia, mereka memasok komponen untuk produksi mobil Toyota, Suzuki, Daihatsu, dan juga ekspor,” ujar Said Iqbal.

Menurutnya, perusahaan tersebut merupakan pemasok komponen tingkat pertama dan kedua yang memiliki peran strategis dalam ekosistem industri otomotif Indonesia.

Said menjelaskan, terdapat indikasi sebagian pekerjaan dan lini produksi di kedua perusahaan akan dipindahkan ke Vietnam.

Namun, ia menegaskan bahwa rencana tersebut masih berada pada tahap awal dan belum menjadi keputusan final.

Baca Juga :  Jangan Buru-Buru Beli! Kenali Ciri Mobil Bekas yang Pernah Tabrakan

“Ini tentu keputusan dari prinsipal di Jepang. Mereka baru bisa memberikan informasi awal,” katanya.

Potensi 7.000 Pekerja Kehilangan Mata Pencaharian
Berdasarkan data yang diterima serikat pekerja, PT J saat ini mempekerjakan sekitar 7.000 orang, dengan sekitar 4.000 pekerja berpotensi terdampak pengurangan tenaga kerja. Sementara PT S memiliki sekitar 4.000 karyawan, dengan sekitar 3.000 orang diperkirakan terdampak.

“PT J kemungkinan mengurangi 4.000 pekerja. Sementara PT S sekitar 3.000 pekerja. Jadi total dua perusahaan bisa mencapai 7.000 pekerja yang terdampak,” terang Said.

Pemerintah saat ini masih mendorong dialog antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja untuk memastikan kepastian rencana relokasi tersebut sekaligus mencari langkah mitigasi agar dampaknya dapat diminimalkan.

“Harus dipastikan apakah benar rencana pemindahan pekerjaan ke Vietnam. Jika benar, kapan pelaksanaannya. Pemerintah juga perlu memperbaiki iklim investasi agar perusahaan mempertimbangkan kembali keputusan tersebut,” ujarnya.

Industri Komponen Otomotif Nasional Sedang Tertekan
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), Rachmat Basuki, menyebut kedua perusahaan tersebut merupakan produsen wiring harness yang berada dalam grup Yazaki.

Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong relokasi adalah pesatnya perkembangan rantai pasok industri kendaraan listrik di Vietnam yang dinilai lebih kompetitif.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Instruksikan Pemangkasan Anggaran MBG Jadi Rp268 Triliun Dari Rp 335 Triliun.

Rachmat menilai industri komponen otomotif nasional saat ini memang sedang menghadapi tekanan berat. Penjualan kendaraan domestik dalam tiga tahun terakhir turun dari sekitar satu juta unit menjadi hanya sekitar 800 ribu unit per tahun.

Di sisi lain, meningkatnya impor kendaraan listrik utuh (completely built up/CBU) dan perakitan sederhana kendaraan listrik belum memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan industri komponen lokal.

“Industri komponen lokal akhir-akhir ini memang berada di bawah kapasitas produksi,” kata Rachmat.
Ia juga menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku serta iklim usaha yang dinilai masih kalah kompetitif dibandingkan Vietnam dan Thailand.

“Untuk bisa berproduksi di Indonesia, bahan baku masih banyak yang impor. Selain itu, iklim usaha dinilai belum sekompetitif Vietnam dan Thailand,” pungkasnya.

Pengamat industri menilai Vietnam semakin menarik dan
Diinilai Lebih Kompetitif
sebagai tujuan investasi karena menawarkan biaya produksi yang lebih rendah, pengembangan industri kendaraan listrik yang agresif, serta kemudahan dalam rantai distribusi dan pemasaran produk.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah Indonesia untuk segera memperkuat daya saing industri nasional agar tidak kehilangan investasi strategis yang selama ini menjadi penopang lapangan kerja dan pertumbuhan sektor manufaktur.(asy*).

Berita Terkait

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat
Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun
Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau
Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret
Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:01 WIB

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat

Senin, 7 September 2026 - 20:30 WIB

Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun

Minggu, 6 September 2026 - 10:14 WIB

Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau

Rabu, 2 September 2026 - 15:38 WIB

Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB