Edminuddin Soroti Kebijakan Gubernur Jambi Al Haris Kerinci dan Sungai Penuh Dinilai Belum Mendapat Perhatian Berimbang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edminuddin Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Politisi Partai Gerindra.

Edminuddin Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Politisi Partai Gerindra.

Jambi, jentik.id-Kebijakan Pemerintah Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur Jambi Al Haris terhadap Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Edminuddin.

Politisi Partai Gerindra dari daerah pemilihan Kerinci dan Kota Sungai Penuh itu menilai alokasi anggaran serta sejumlah program Pemerintah Provinsi Jambi belum menunjukkan keberpihakan yang proporsional terhadap masyarakat di dua daerah yang berada di wilayah barat Provinsi Jambi tersebut.

Sorotan itu disampaikan Edminuddin dalam pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Jumat (11/9/2026).

Menurut Edminuddin, ketimpangan kebijakan tersebut terlihat dari sejumlah program pemerintah provinsi yang dinilainya belum banyak menyentuh masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

“Kalau memang Kerinci-Sungai Penuh dianggap anak tiri, lepaskan kami dari Provinsi Jambi,” tegas Edminuddin dalam rapat tersebut.

“Ia bahkan menyebut kemungkinan pembentukan wilayah barat menjadi provinsi tersendiri apabila ketimpangan pembangunan dan kebijakan terhadap Kerinci dan Sungai Penuh terus terjadi.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pria Pembawa Clurit dan Parang yang Resahkan Warga Tanah Kampung

“Saya yakin masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh siap lepas dari Jambi, mungkin bersama beberapa kabupaten di wilayah barat. Kita bisa berada di wilayah barat dan dijadikan provinsi konservasi,” ujarnya.

“Edminuddin sempat mengemukakan dan mempertanyakan sejumlah program Pemerintah Provinsi Jambi, termasuk dana hibah pendidikan bagi yayasan serta program umrah gratis.

Ia menyebut belum melihat adanya yayasan pendidikan dari Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungai Penuh yang mendapatkan bantuan hibah pendidikan tersebut.

“Bantuan hibah pendidikan bagi yayasan, saya mempertanyakan apakah ada yayasan dari Kerinci dan Sungai Penuh yang menerima. Jangan sampai tidak ada sama sekali,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti program umrah gratis yang diperuntukkan bagi 36 orang dari Provinsi Jambi. Menurutnya, tidak terdapat peserta yang berasal dari Kerinci maupun Kota Sungai Penuh.

“Umrah gratis 36 orang dari Provinsi Jambi, satu pun tidak ada dari Kerinci dan Sungai Penuh. Apakah ini yang namanya adil?” ujarnya.

Baca Juga :  Reuni Akbar SMAN 1 Sungai Penuh Satukan Alumni, Azhar Ajak Bangun Daerah

Edminuddin menegaskan, persoalan tersebut menurutnya baru terlihat dari satu sektor. Ia meminta Pemerintah Provinsi Jambi melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan alokasi anggaran di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Ia juga menyinggung postur APBD Provinsi Jambi yang pada 2025 berada di kisaran Rp4,5 triliun. Menurutnya, besarnya anggaran tersebut harus diikuti dengan kebijakan pembangunan yang lebih merata bagi seluruh wilayah.

“Kita tidak meminta Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mendapatkan lebih dari daerah lain. Yang kita pertanyakan adalah kebijakan yang diterapkan jangan sampai terlalu timpang,” tegas Edminuddin.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Jambi dapat mengevaluasi kembali distribusi program pembangunan, bantuan serta anggaran agar masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh memperoleh porsi pembangunan yang lebih proporsional.

Edminuddin menilai pemerataan pembangunan merupakan bagian penting dalam menjaga rasa keadilan masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Jambi.(asy*)

Berita Terkait

Terbongkar! 32 Kasus Tambang Emas Ilegal di Jambi, 71 Tersangka dan 3,5 Kg Emas Disita
Penggerebekan Narkoba di Muaro Jambi, 20 Orang Diciduk, Seorang di Antaranya Lansia
Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Sultan Thaha Jambi Buka Operasional hingga Tengah Malam
Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Kota Jambi, Polusi Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Dishut Jambi Anggarkan Rp1,84 Miliar untuk Peralatan Penanganan Karhutla
Indeks Kualitas Udara Jambi Capai 392, Al Haris Kerahkan ASN Muda Atasi Karhutla
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi
Orang Tua Tolak Damai, Dugaan Penganiayaan Siswa SMA Titian Teras Berlanjut
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terbongkar! 32 Kasus Tambang Emas Ilegal di Jambi, 71 Tersangka dan 3,5 Kg Emas Disita

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Penggerebekan Narkoba di Muaro Jambi, 20 Orang Diciduk, Seorang di Antaranya Lansia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Sultan Thaha Jambi Buka Operasional hingga Tengah Malam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Kota Jambi, Polusi Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Dishut Jambi Anggarkan Rp1,84 Miliar untuk Peralatan Penanganan Karhutla

Berita Terbaru