JAMBI, jentik.id – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi menyiapkan dana bantuan presiden (banpres) sebesar Rp1,84 miliar untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dishut Jambi, Andri Yushar Andria, mengatakan pihaknya akan membeli mesin pemadam, selang, dan sepeda motor patroli menggunakan dana tersebut.
Dishut Jambi juga akan membagikan peralatan kepada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Masyarakat Peduli Api (MPA), dan pengelola taman hutan raya (tahura) di sejumlah daerah.
Khusus mesin pemadam, Dishut menargetkan bantuan untuk 14 kelompok MPA di wilayah rawan karhutla. Namun, pihaknya masih menunggu penyelesaian mekanisme anggaran sebelum menyalurkan peralatan.
Banpres Karhutla Jambi Capai Rp85 Miliar
Pemerintah mengalokasikan total Rp85 miliar untuk mendukung penanganan karhutla di Provinsi Jambi dan sejumlah kabupaten.
Dari jumlah tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi mendapat alokasi Rp30 miliar. BPBD Provinsi Jambi menerima Rp18,78 miliar, RSUD Raden Mattaher Rp6,57 miliar, Dinas Kesehatan Rp2,8 miliar, dan Dishut Jambi Rp1,84 miliar.
Sementara itu, pemerintah mengalokasikan masing-masing Rp15 miliar untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Batang Hari. Kabupaten Sarolangun mendapat Rp10 miliar.
Andri menjelaskan bahwa Dishut masih menunggu proses Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) sebelum melanjutkan penyaluran bantuan.
Melalui pengadaan ini, Dishut berharap petugas dan masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Ketersediaan peralatan juga diharapkan membantu mereka melakukan patroli dan memadamkan api lebih cepat di kawasan rawan kebakaran. (nr*)









