JAMBI, jentik.id – Dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa di SMA Titian Teras Provinsi Jambi kini berlanjut ke jalur hukum. Peristiwa tersebut terjadi di area asrama sekolah dan melibatkan sejumlah siswa senior.
Kasus itu bermula pada Minggu malam, 20 September 2026. Berdasarkan laporan pihak korban kepada polisi, seorang siswa berinisial H memanggil korban untuk datang ke salah satu kamar asrama.
Saat tiba di kamar, korban melihat beberapa siswa dari berbagai angkatan sudah berkumpul. Mereka kemudian meminta korban menghadap kepada para senior.
Korban Mengaku Mendapat Kekerasan
Situasi kemudian memanas. Salah seorang senior meminta korban kembali ke kamarnya dan menampar bagian telinganya.
Korban juga mengaku mendapat pukulan dan tendangan dari beberapa siswa lain yang berada di kamar tersebut.
Setelah kejadian, korban merasakan sakit pada telinga dan mengalami dengungan yang terus berlangsung. Pemeriksaan medis awal juga mengarah pada dugaan cedera pada gendang telinga.
Pihak korban kemudian membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Polisi menerima laporan terkait dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan asrama SMA Titian Teras.
Sekolah Sempat Tempuh Jalan Kekeluargaan
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, mengatakan pemerintah daerah sudah menerima laporan mengenai perkembangan kasus tersebut.
Sudirman mendapat informasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala SMA Titian Teras.
Menurut Sudirman, pihak sekolah sebelumnya telah berupaya menyelesaikan persoalan melalui pendekatan internal dan kekeluargaan.
Namun, orang tua korban tidak menerima kesepakatan damai yang ditawarkan pihak sekolah.
“Setelah kembali ke rumah, pihak yang terlibat justru memilih untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib,” kata Sudirman, Selasa (6/10/2026).
Kasus Masuk Proses Hukum
Keputusan keluarga korban untuk melapor membuat penanganan kasus berlanjut melalui proses hukum. Aparat penegak hukum akan menangani laporan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan siswa. Pihak sekolah dan pemerintah daerah juga perlu memastikan lingkungan pendidikan tetap aman bagi seluruh peserta didik.
Proses hukum nantinya akan mengungkap kronologi serta peran masing-masing pihak berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang diperoleh penyidik.
Sementara itu, informasi mengenai identitas siswa yang terlibat tetap perlu dijaga karena perkara ini menyangkut anak di bawah umur. (nr*)









