Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan, memerintahkan pembentukan komisi khusus untuk mengusut peristiwa itu. Otoritas Sudan melibatkan unsur kejaksaan, kehakiman, dan keamanan dalam penyelidikan.
Menurut laporan Sudan Tribune, serangan terjadi pada pagi hari di Distrik Shamal Al-Wadi. Serangan tersebut menghantam sejumlah lokasi pertambangan emas dan menghancurkan tempat berlindung para penambang serta beberapa lubang tambang.
Sejumlah penambang berada di dalam lubang tambang saat serangan berlangsung. Namun, hingga laporan tersebut terbit, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Sementara itu, Sudan masih menghadapi konflik bersenjata antara pasukan pemerintah dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Pertempuran yang berlangsung sejak 2023 itu memperburuk situasi keamanan di negara tersebut.
Pemerintah Sudan kini berupaya mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan di kawasan tambang emas tersebut. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai insiden yang menewaskan ratusan orang itu. (nr*)









