Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Ledakan. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra/nz/aa)

Ilustrasi - Ledakan. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra/nz/aa)

MOSKOW, jentik.id – Serangan udara di kawasan pertambangan emas Sudan barat laut menewaskan lebih dari 200 penambang pada Sabtu (10/10/2026). Pemerintah Sudan kini menyelidiki serangan mematikan yang terjadi di dekat perbatasan Mesir tersebut.

Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan, memerintahkan pembentukan komisi khusus untuk mengusut peristiwa itu. Otoritas Sudan melibatkan unsur kejaksaan, kehakiman, dan keamanan dalam penyelidikan.

Baca Juga :  China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu

Menurut laporan Sudan Tribune, serangan terjadi pada pagi hari di Distrik Shamal Al-Wadi. Serangan tersebut menghantam sejumlah lokasi pertambangan emas dan menghancurkan tempat berlindung para penambang serta beberapa lubang tambang.

Sejumlah penambang berada di dalam lubang tambang saat serangan berlangsung. Namun, hingga laporan tersebut terbit, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sementara itu, Sudan masih menghadapi konflik bersenjata antara pasukan pemerintah dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Pertempuran yang berlangsung sejak 2023 itu memperburuk situasi keamanan di negara tersebut.

Baca Juga :  Sekolah Dasar Perempuan di Iran Diserang, 108 Orang Tewas

Pemerintah Sudan kini berupaya mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan di kawasan tambang emas tersebut. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai insiden yang menewaskan ratusan orang itu. (nr*)

Berita Terkait

MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara
Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman
Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:57 WIB

MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Senin, 21 September 2026 - 15:21 WIB

AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China

Berita Terbaru