Rupiah Tembus Rp 17.860, Bank Indonesia Ungkap Faktor Pendorong Penguatan Mata Uang

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah uang kertas pecahan 100.000 rupiah Indonesia difoto di samping uang kertas pecahan 100 dolar AS di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Sejumlah uang kertas pecahan 100.000 rupiah Indonesia difoto di samping uang kertas pecahan 100 dolar AS di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Jakarta, jentik.id-Nilai tukar rupiah menguat ke Rp 17.860 per dolar Amerika Serikat pada Jumat (12/6/2026). Penguatan ini mencapai 0,71 persen. Kenaikan terjadi seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter Indonesia.

Bank Indonesia menilai penguatan rupiah terjadi karena respons positif pelaku pasar. Respons ini muncul dari rangkaian kebijakan yang sudah dijalankan.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa pasar merespons kenaikan BI-Rate menjadi 5,5 persen. Selain itu, BI juga menyesuaikan instrumen suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Tidak hanya itu, BI juga memperkuat likuiditas melalui fasilitas repo. Di sisi lain, bank sentral memperluas insentif lindung nilai (hedging swap) untuk investor asing. BI juga meningkatkan intensitas operasi moneter valas dan rupiah.

Baca Juga :  Harga BBM Bakal Naik? Ini Alasan Pemerintah Sulit Menahannya

Menurut Destry, kombinasi kebijakan tersebut mendorong arus modal asing masuk kembali ke pasar domestik. Akibatnya, investor membukukan pembelian SRBI nonresiden sebesar Rp 15,11 triliun. Selain itu, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 3,91 triliun dalam dua hari perdagangan.

Minat investor juga meningkat pada obligasi internasional Danantara. Penerbitan tersebut menyerap dana sekitar Rp 26,9 triliun. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset keuangan Indonesia.

Selain faktor domestik, BI juga memperkuat kerja sama stabilitas keuangan dengan People’s Bank of China dan Hong Kong Monetary Authority. Kerja sama ini mencakup penguatan swap mata uang bilateral. Selain itu, BI memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan.

Baca Juga :  Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Langkah tersebut membantu mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Dengan demikian, stabilitas rupiah bisa lebih terjaga.

Ke depan, BI akan terus menjaga stabilitas nilai tukar. BI juga akan melakukan intervensi terukur di pasar. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah akan diperkuat.

Bank sentral menilai rupiah masih berpotensi menguat. Kondisi ini bisa terjadi jika arus modal asing tetap stabil dan mendukung fundamental ekonomi. (nr*)

Berita Terkait

Bahlil Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap, Tak Ada Kenaikan
Pertamina Naikkan Harga Pertamax Menjadi Rp16.250 per Liter, Konsumen Keluhkan Beban Biaya Kian Berat
Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp 2.000 per Kg untuk Perajin
Ringgit Menguat, Warga Malaysia Serbu Nunukan! Kunjungan Meledak Tajam
Rupiah Melemah ke Rp18.188 per Dolar AS, Dipicu Memanasnya Tensi Geopolitik dan Kuatnya Data Ekonomi AS
Bank Aladin Syariah Bukukan Laba Rp150,7 Miliar pada 2025, Tumbuh 304,48 Persen
Purbaya Tegaskan Tetap Menkeu, Rupiah Sentuh Rekor Rp18.003 per Dolar AS
JK Kepercayaan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Peran Negara Kian Besar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:45 WIB

Rupiah Tembus Rp 17.860, Bank Indonesia Ungkap Faktor Pendorong Penguatan Mata Uang

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:42 WIB

Pertamina Naikkan Harga Pertamax Menjadi Rp16.250 per Liter, Konsumen Keluhkan Beban Biaya Kian Berat

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:30 WIB

Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp 2.000 per Kg untuk Perajin

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:47 WIB

Ringgit Menguat, Warga Malaysia Serbu Nunukan! Kunjungan Meledak Tajam

Senin, 8 Juni 2026 - 16:53 WIB

Rupiah Melemah ke Rp18.188 per Dolar AS, Dipicu Memanasnya Tensi Geopolitik dan Kuatnya Data Ekonomi AS

Berita Terbaru