Petani Sawah di Jambi Terancam Gagal Panen  Batang Hari Paling Parah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan sawah kekeringan berapa daerah dalam provinsi jambi terancam gagal panen

Lahan sawah kekeringan berapa daerah dalam provinsi jambi terancam gagal panen

Jambi, jentik.id-Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jambi mengancam produksi tanaman padi. Hingga akhir Agustus 2026, sedikitnya 53 hektare (ha) lahan sawah dilaporkan mengalami gagal panen atau puso.

Kabupaten Batang Hari menjadi daerah dengan dampak puso terbesar dibandingkan wilayah lainnya di Provinsi Jambi. Kondisi tersebut dipicu kemarau yang diperparah fenomena El Nino.

Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, Darmawansyah, mengatakan lahan yang terancam puso tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

“Yang terbesar berada di Kabupaten Batang Hari, tepatnya di Kecamatan Bathin XXIV, seluas 11,5 hektare,” kata Darmawansyah kepada wartawan.

Berdasarkan laporan Dinas TPHP Provinsi Jambi hingga akhir Agustus 2026, dari total 7.659,73 ha tanaman padi sawah pada periode tanam tersebut, sebanyak 1.851,18 ha mengalami kerusakan ringan, 1.313,18 ha rusak sedang, 559,47 ha rusak berat, dan 53 ha dinyatakan puso.

Batang Hari tercatat sebagai daerah dengan luas tanaman puso terbesar. Dari total luas tanam 3.039,30 ha, sebanyak 418,50 ha mengalami kerusakan ringan, 679,90 ha rusak sedang, 99,40 ha rusak berat, dan 23,25 ha mengalami puso.

Dampak kekeringan juga terjadi di Kabupaten Tebo. Dari luas tanam 458,75 ha, tercatat 167,75 ha rusak ringan, 115,50 ha rusak sedang, 57,50 ha rusak berat, dan 16,75 ha mengalami puso.

Baca Juga :  Kebijakan Presiden Prabowo Subianto Harga Pupuk Bersubsidi Turunkan 20 Persen Bantu Petani

Di Kabupaten Muaro Jambi, dari total 1.375,27 ha luas tanam, sebanyak 518,30 ha mengalami rusak ringan, 154,50 ha rusak sedang, 317,54 ha rusak berat, dan 10 ha mengalami puso.

Sementara itu, Kabupaten Sarolangun dengan luas tanam 986,75 ha mengalami kerusakan pada 274,75 ha tanaman secara ringan, 195,75 ha rusak sedang, 70 ha rusak berat, dan 1 ha mengalami puso.

Untuk Kota Jambi, dari total 141,25 ha luas tanam, sebanyak 75,36 ha mengalami rusak ringan, 18,53 ha rusak sedang, 4 ha rusak berat, dan 2 ha mengalami puso.

Kerusakan juga tercatat di Kota Sungai Penuh. Dari total 464 ha luas tanam, sebanyak 60 ha mengalami rusak ringan dan 2 ha rusak sedang.

Di Kabupaten Kerinci, dari total 533,50 ha luas tanam, tercatat 70,50 ha mengalami rusak ringan dan 24 ha rusak sedang.
Sedangkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat 30 ha rusak ringan, 51 ha rusak sedang, dan 11 ha rusak berat dari total 92 ha luas tanam.

Baca Juga :  Kadis DPKP Suarman Imbau Kelompok Tani Tak Bakar Jerami Pascapanen Dan Lahan

Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dari total 49,50 ha luas tanam, baru 6 ha yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan dan belum terdapat laporan tanaman yang mengalami kerusakan sedang, berat maupun puso.

Adapun Kabupaten Merangin memiliki luas tanam 528,44 ha, dengan 230,02 ha mengalami kerusakan ringan dan 72 ha rusak sedang.

Mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan, Dinas TPHP Provinsi Jambi menyiapkan sejumlah langkah penanganan, salah satunya melalui pompanisasi untuk membantu memasok air ke lahan pertanian yang masih memungkinkan diselamatkan.

Darmawansyah mengatakan pompanisasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan tanaman padi yang terdampak kekeringan.

“Melalui Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian sudah berupaya melakukan penanganan,” katanya.

Namun, langkah tersebut tidak dapat diterapkan pada seluruh lahan terdampak. Pada wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem, pompanisasi sulit dilakukan karena sumber air yang tersedia tidak mencukupi.

“Untuk daerah yang mengalami kekeringan ekstrem, pemerintah tidak bisa mengambil langkah tersebut karena terkendala pasokan air,” ujar Darmawansyah.

Dinas TPHP Provinsi Jambi kini terus memantau perkembangan kondisi tanaman padi di sejumlah daerah. Data kerusakan tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi sebagai bahan menentukan langkah penanganan berikutnya.(asy*)

Berita Terkait

Kadis DPKP Suarman Imbau Kelompok Tani Tak Bakar Jerami Pascapanen Dan Lahan
Kopi Arabika Kerinci Tembus Pasar Pakistan, Target Ekspor 190 Ton Senilai Rp18 Miliar
AS dan Iran Dikabarkan Sepakati MoU Penghentian Perang, Muat 14 Pasal Kesepahaman
Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Abaikan Program Swasembada Pangan
Harga Cabai Merangka Naik Petani Sempat Prustasi Harga Cabai Rp 10 Ribu Perkilogram
Suharman Pemkot Sungai Penuh Antisipasi Kemarau, Jaga Produktivitas Pertanian
Produksi Gula Tebu Merah Kayu Aro Terus Menurun
Biosaka NLevel 1 Terbukti atasi Bau Sampah dalam Sekejap
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:13 WIB

Petani Sawah di Jambi Terancam Gagal Panen  Batang Hari Paling Parah

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Kadis DPKP Suarman Imbau Kelompok Tani Tak Bakar Jerami Pascapanen Dan Lahan

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:21 WIB

Kopi Arabika Kerinci Tembus Pasar Pakistan, Target Ekspor 190 Ton Senilai Rp18 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:55 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Sepakati MoU Penghentian Perang, Muat 14 Pasal Kesepahaman

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:53 WIB

Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Abaikan Program Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB