Daerah, jentik.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala daerah agar tidak mengabaikan program swasembada pangan nasional demi kepentingan politik lokal.
Menurutnya, sinkronisasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan di tengah dinamika geopolitik global.
“Kita terus mendorong agar kepala daerah memaksimalkan dan memanfaatkan APBD untuk program-program swasembada pangan,” kata Bima Arya.
Ia menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya melalui alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT), perlu dioptimalkan untuk mendukung intervensi pasar serta menjaga kelancaran distribusi bahan pangan di daerah.
Selain itu, Bima meminta kepala daerah lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat dengan turun langsung ke lapangan. Kepala daerah juga diminta aktif memantau jalur distribusi, mengawasi rantai produksi, serta mengecek harga komoditas secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan.
“Disisilain, pemerintah pusat terus memperkuat pengawasan pengendalian inflasi melalui rapat koordinasi rutin. Pemerintah juga menerapkan mekanisme insentif fiskal berbasis penghargaan dan evaluasi atau “stick and carrot” agar pemerintah daerah lebih aktif menjaga stabilitas harga pangan.
Bima turut mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi yang dinilai berhasil membangun integrasi sistem pangan dari hulu hingga hilir.
“Mudah-mudahan kita kawal bersama gerakan ini, dan tetap berlanjut di daerah lain. Kemendagri siap mengawal bersama,” ujarnya.(asy*)









