Waka DPR RI Sari Yuliati Desak Usut Tuntas Dugaan Keracunan 352 Siswa Akibat MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waka DPR RI Sari Yuliati desak Usut Kerancun an Siswa di Limbok

Waka DPR RI Sari Yuliati desak Usut Kerancun an Siswa di Limbok

Jakarta, jentik.id- Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mendesak dugaan keracunan yang dialami 352 siswa setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diusut secara menyeluruh.

“Sari menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.

“Saya prihatin dengan kejadian keracunan yang dialami ratusan siswa. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu, penyebab kejadian ini harus diusut secara menyeluruh,” kata Sari dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) NTB II itu menilai kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang menyasar anak-anak, sehingga aspek keamanan, kualitas makanan, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) harus menjadi perhatian serius.

Sari meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di lapangan, termasuk memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan SOP secara disiplin.

Baca Juga :  Fajran Komisi I DPRD Pertanyakan Realisasi Beasiswa Juara Jangan Program Diatas Kertas.

“Evaluasi tidak cukup hanya mencari penyebab kejadian. Kita juga harus memastikan apakah seluruh SOP telah dijalankan dengan benar.

Jika ada kelalaian, tentu harus ada sanksi tegas agar menjadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi di tempat lain,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, pihak yang bertanggung jawab harus diberikan sanksi sesuai ketentuan.

Menurut Sari, DPR RI juga akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk mengawasi kinerja BGN dan SPPG di berbagai daerah.

“DPR akan proaktif mengawasi kinerja BGN dan SPPG melalui instrumen pengawasan yang dimiliki DPR. Kita juga akan mendorong pengawasan di daerah agar pelaksanaan MBG benar-benar berjalan sesuai standar,” katanya.

Sari menambahkan, keberhasilan program MBG tidak semata-mata diukur dari jumlah penerima manfaat. Kualitas, keamanan, dan kandungan gizi makanan yang diberikan kepada anak-anak juga harus menjadi indikator utama.

“Program MBG harus memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki pelaksanaan di lapangan, dan memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang aman dan bergizi,” tegasnya.

Baca Juga :  Jampidsus Dalami Dugaan Korupsi Tata Kelola Pengadaan Program MBG Dan Seluruh Proyek BGN Diteliti

352 Siswa Diduga Keracunan
Sebelumnya, sebanyak 352 siswa dari sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG.

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, di antaranya muntah-muntah dan pusing. Para korban telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Ketua Satgas Pengawasan MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan di sejumlah puskesmas.

Sementara itu, Ketua Satgas Program MBG NTB Fathul Gani mengatakan SPPG yang menyalurkan makanan kepada 352 siswa tersebut terancam dikenai sanksi berupa suspend atau penghentian sementara operasional.

Sanksi tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan pelaksanaan program MBG di NTB berjalan sesuai standar keamanan pangan dan tidak kembali menimbulkan kejadian serupa. (asy*)

Berita Terkait

SMA N 3 Koto Baru Sungai Penuh Berbenah, Optimalisasi Peran Siswa Dan Guru
Bupati Kerinci Monadi Pendidikan Salah Satu Jalan Keluar Dari Kemiskinan
STIA Nusantara Sakti Wisuda 167 Lulusan Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026
Wako Alfin Bertekad Siapkan Generasi Muda Sedini Mungkin Penghafal Al-Qur’an
Kadis Pendidikan Akui Dana Beasiswa Juara Belum Dicairkan, Masih Verifikasi Data Penerima
Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh Pertanyakan Program Beasiswa Juara Anggaran Rp988,75 Juta Bagi  887 Penerima.
Fajran Komisi I DPRD Pertanyakan Realisasi Beasiswa Juara Jangan Program Diatas Kertas.
Kepeduli Pendidikan Polres Kerinci Bentuan Sepatu untuk Siswa SDN 023/11 Aur Duri.
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:06 WIB

Waka DPR RI Sari Yuliati Desak Usut Tuntas Dugaan Keracunan 352 Siswa Akibat MBG

Senin, 7 September 2026 - 13:35 WIB

SMA N 3 Koto Baru Sungai Penuh Berbenah, Optimalisasi Peran Siswa Dan Guru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Bupati Kerinci Monadi Pendidikan Salah Satu Jalan Keluar Dari Kemiskinan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:46 WIB

STIA Nusantara Sakti Wisuda 167 Lulusan Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Wako Alfin Bertekad Siapkan Generasi Muda Sedini Mungkin Penghafal Al-Qur’an

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB