Kerinci, jentik.id – Kopi Arabika asal Kabupaten Kerinci kembali menembus pasar internasional. Kali ini, Pakistan menyatakan minatnya untuk mengimpor kopi unggulan Jambi dengan target ekspor sebanyak 190 ton senilai 1 juta dolar AS atau sekitar Rp18 miliar.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Alko Sumatra Kopi dan pengusaha asal Pakistan, yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez, saat kunjungannya ke Kabupaten Kerinci, Sabtu Kemaren.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Ardiansyah, mengatakan kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam perluasan pasar ekspor kopi Arabika Kerinci.
Selama ini, kopi produksi petani Kerinci telah lebih dulu menembus pasar Jepang, Belgia, dan Tiongkok.
“Kedua belah pihak sepakat menjalin kerja sama jual beli kopi Kerinci senilai 1 juta dolar AS atau sekitar Rp18 miliar, dengan target pengiriman sebanyak 190 ton,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, masuknya Pakistan sebagai negara tujuan ekspor baru semakin memperkuat posisi kopi Arabika Kerinci di pasar global. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kopi yang dihasilkan petani Jambi semakin mendapat pengakuan dunia.
“Pemerintah Provinsi Jambi memberikan apresiasi kepada petani dan PT Alko Sumatra Kopi yang mampu berkembang secara mandiri hingga menjalin kerja sama dengan Pakistan.
Kami berharap langkah ini memberikan nilai tambah bagi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Sementara itu, CEO PT Alko Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperluas jaringan pemasaran kopi Kerinci ke pasar internasional.
Ia mengungkapkan, pada tahap awal telah disepakati pengiriman 10 kontainer kopi Arabika Kerinci sepanjang tahun 2026 sebagai realisasi awal dari kontrak pembelian senilai 1 juta dolar AS.
“Pengusaha Pakistan telah menyepakati pembelian kopi Arabika Kerinci dengan estimasi awal sebesar 1 juta dolar AS. Tahap pertama akan dilakukan pengiriman sebanyak 10 kontainer pada tahun 2026,” jelas Suryono.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam pengembangan industri kopi lokal berbasis teknologi berkelanjutan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi kopi Sumatra, khususnya dari Kerinci.
Ia menilai pengembangan kopi di Jambi telah memadukan kualitas produk dengan inovasi teknologi sehingga memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.
“Preserves nature and empowers people by utilizing technology (melestarikan alam dan memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi),” ujar Zahid.
Ia berharap pengiriman perdana sebanyak 10 kontainer dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi awal dari kerja sama perdagangan yang berkelanjutan antara Indonesia dan Pakistan di sektor kopi.(asy*)









