Kadis DPKP Suarman Imbau Kelompok Tani Tak Bakar Jerami Pascapanen Dan Lahan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Pertanian Ketahanan Pangan Dan Perikanan (DPKP)  Kota Sungai Penuh H Suarman  SE,MM

Kadis Pertanian Ketahanan Pangan Dan Perikanan (DPKP) Kota Sungai Penuh H Suarman SE,MM

Sungai Penuh, Jentik.id – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKP) Kota Sungai Penuh mengimbau seluruh kelompok tani dan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun jerami setelah panen.

“Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.

Kepala DPKP Kota Sungai Penuh, H. Suarman, SE, MM, mengatakan pihaknya telah mengingatkan kelompok tani agar menghindari metode pembakaran saat membersihkan lahan pertanian dan perladangan.

“Kita sudah mengimbau kelompok tani yang membersihkan perladangan agar tidak melakukannya dengan cara pembakaran,” jelas Suarman saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).

Baca Juga :  Biosaka NLevel 1 Terbukti atasi Bau Sampah dalam Sekejap

Menurutnya, imbauan serupa juga telah disampaikan kepada para petani sawah agar tidak membakar jerami setelah proses panen.

“Pembakaran jerami dinilai berpotensi menimbulkan asap dan dapat memicu kebakaran apabila dilakukan dalam kondisi cuaca kering dan angin kencang.

“Imbauan juga telah kita sampaikan kepada petani sawah, usai pascapanen agar tidak membakar jerami yang dapat memicu timbulnya asap,” ujarnya.

Suarman menegaskan, kondisi cuaca saat ini relatif mudah memicu terjadinya kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran di lahan terbuka.

Selain langkah pencegahan, DPKP Kota Sungai Penuh juga terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya karhutla.

Baca Juga :  Kopi Arabika Kerinci Tembus Pasar Pakistan, Target Ekspor 190 Ton Senilai Rp18 Miliar

“Pemerintah daerah, kata Suarman, telah menyiapkan skema penanganan cepat apabila ditemukan titik api, termasuk koordinasi dalam pengerahan armada pemadam dan relawan kebencanaan.

“Kami berharap kerja sama seluruh kelompok tani untuk menjaga lingkungan dan mencegah karhutla dan Laporkan segera ke call center jika melihat kepulan asap atau api di area terbuka,” tegasnya.

Ia berharap kesadaran dan kepedulian masyarakat, khususnya kelompok tani, dapat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan serta menjaga kualitas lingkungan di Kota Sungai Penuh.(asy*)

Berita Terkait

Petani Sawah di Jambi Terancam Gagal Panen  Batang Hari Paling Parah
Kopi Arabika Kerinci Tembus Pasar Pakistan, Target Ekspor 190 Ton Senilai Rp18 Miliar
AS dan Iran Dikabarkan Sepakati MoU Penghentian Perang, Muat 14 Pasal Kesepahaman
Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Abaikan Program Swasembada Pangan
Harga Cabai Merangka Naik Petani Sempat Prustasi Harga Cabai Rp 10 Ribu Perkilogram
Suharman Pemkot Sungai Penuh Antisipasi Kemarau, Jaga Produktivitas Pertanian
Produksi Gula Tebu Merah Kayu Aro Terus Menurun
Biosaka NLevel 1 Terbukti atasi Bau Sampah dalam Sekejap
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:13 WIB

Petani Sawah di Jambi Terancam Gagal Panen  Batang Hari Paling Parah

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Kadis DPKP Suarman Imbau Kelompok Tani Tak Bakar Jerami Pascapanen Dan Lahan

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:21 WIB

Kopi Arabika Kerinci Tembus Pasar Pakistan, Target Ekspor 190 Ton Senilai Rp18 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:55 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Sepakati MoU Penghentian Perang, Muat 14 Pasal Kesepahaman

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:53 WIB

Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Abaikan Program Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB