Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul)  Foto: Dok. Kemensos

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Foto: Dok. Kemensos

JAKARTA, jentik.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan penyebab perubahan desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sempat terjadi cukup signifikan. Pemerintah menemukan sekitar 12 juta data baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat memperbarui DTSEN Volume 3.

Badan Pusat Statistik (BPS) kemudian mengevaluasi perubahan tersebut melalui DTSEN Volume 3.1. Pemerintah juga terus memeriksa dan memperbarui data agar hasil pemeringkatan kesejahteraan semakin akurat.

12 Juta Data Baru Masuk

Gus Ipul mengatakan data dari BKKBN sebelumnya belum menjalani verifikasi dan validasi secara menyeluruh. Kondisi itu membuat posisi desil sejumlah masyarakat berubah cukup tajam.

“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat,” ujar Gus Ipul, Jumat (4/9/2026).

Pemerintah kini sudah menata kembali data tersebut. Proses verifikasi dan validasi terus berjalan. Gus Ipul memperkirakan kualitas data akan semakin baik dalam satu hingga dua minggu ke depan.

Perubahan Desil Tak Langsung Hentikan Bansos

Gus Ipul menegaskan perubahan desil tidak otomatis membuat penerima kehilangan bantuan sosial. Pemerintah tetap mengacu pada penetapan penerima saat periode penyaluran bantuan berlangsung.

Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa kenaikan desil berarti bantuan sosial mereka berhenti.

Baca Juga :  Al Haris Buka Pintu untuk BAMAG LKK Jambi, Siap Hadiri Pelantikan Pengurus

Untuk program tertentu seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI), pemerintah melakukan pembaruan penerima setiap bulan. Sementara program lain mengikuti jadwal dan ketentuan masing-masing.

Desil Bukan Ukuran Langsung Penghasilan

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, menjelaskan bahwa desil tidak menunjukkan secara langsung apakah seseorang kaya atau miskin.

Desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan penduduk secara nasional. Pemerintah mengurutkan penduduk dari tingkat kesejahteraan terendah hingga tertinggi, kemudian membaginya ke dalam 10 kelompok.

Karena itu, posisi seseorang dapat berubah meski kondisi ekonominya tetap sama. Perubahan kondisi ekonomi masyarakat lain juga bisa memengaruhi posisi dalam pemeringkatan nasional.

Andy mencontohkan kondisi bencana yang membuat banyak masyarakat kehilangan penghasilan. Ketika jumlah penduduk dengan kondisi ekonomi lebih rendah bertambah, posisi desil masyarakat lain bisa ikut berubah saat pemerintah melakukan pemeringkatan ulang.

DTSEN Diperbarui Setiap Tiga Bulan

Pemerintah memperbarui DTSEN setiap tiga bulan. Dalam satu tahun, pemerintah menghasilkan empat versi data.

Perubahan pada DTSEN Volume 3 menjadi sorotan karena pemerintah memasukkan sekitar 12 juta data baru dari BKKBN. Pembaruan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan masa pendaftaran perguruan tinggi yang berkaitan dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Baca Juga :  Komdigi Terapkan Registrasi SIM Card dengan Pengenalan Wajah Secara Nasional

Andy mengatakan pemerintah langsung mengevaluasi perubahan desil yang menimbulkan persoalan di masyarakat. BPS kemudian melakukan pemeriksaan dan memperbaiki data yang membutuhkan tindak lanjut.

Desil Hanya Salah Satu Pertimbangan Bansos

Andy juga menjelaskan bahwa desil bukan satu-satunya syarat untuk menerima bantuan sosial. Pemerintah menggunakan desil untuk menentukan tingkat prioritas, sedangkan setiap program memiliki persyaratan tersendiri.

Sebagai contoh, pemerintah dapat memprioritaskan masyarakat pada desil rendah ketika jumlah penerima yang memenuhi syarat lebih banyak daripada kuota bantuan yang tersedia.

Namun, posisi desil saja tidak cukup. Penerima juga harus memenuhi ketentuan program. Seseorang yang berada pada desil prioritas PKH, misalnya, tetap tidak dapat menerima bantuan jika tidak memenuhi kriteria lain yang berlaku.

Desil Naik Bukan Berarti Makin Kaya

Kenaikan desil juga tidak selalu menunjukkan peningkatan kesejahteraan seseorang. Posisi desil bersifat relatif dan bergantung pada pemeringkatan kondisi masyarakat secara nasional.

Karena itu, masyarakat tidak perlu menganggap kenaikan desil sebagai tanda bahwa pemerintah langsung mencabut bantuan. Pemerintah tetap melihat kriteria program, hasil pemutakhiran data, serta jumlah kuota penerima.

Andy menegaskan pemerintah tidak mengalihkan bantuan seseorang hanya karena posisi desilnya berubah. Pemerintah justru terus memperbarui DTSEN agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran. (nr*)

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB