Perang Timur Tengah Memanas, WNI Tertahan Lima Hari di Dubai

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap mengepul setelah serangan

Asap mengepul setelah serangan

Denpasar, jentik.id— Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak pada perjalanan internasional. Sejumlah negara di Timur Tengah menutup wilayah udara demi alasan keamanan.

Kondisi ini membuat banyak penerbangan tertunda dan penumpang tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Salah satunya Adi Darmadi (31), warga Kota Denpasar, Bali. Ia tertahan di Dubai, Uni Emirat Arab, selama lima hari karena penutupan jalur penerbangan.

Adi awalnya berencana berlibur selama sepekan di Dubai. Namun situasi berubah setelah ketegangan geopolitik meningkat dan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Dubai berhenti.

Baca Juga :  Israel Hujani Lebanon dengan Serangan Udara, 13 Personel Keamanan Tewas

Otoritas bandara menghentikan sementara penerbangan untuk menghindari risiko aktivitas militer di jalur udara komersial.

Adi sempat menerima informasi bahwa maskapai Emirates akan kembali mengoperasikan penerbangan pada Senin (2/3/2026) pukul 15.00 waktu setempat. Namun hingga kini ia belum mendapat kepastian jadwal keberangkatan.

“Saya dapat informasi maskapai Emirates akan melanjutkan penerbangan Senin pukul 15.00. Tapi sampai sekarang belum ada konfirmasi dari pihak bandara,” ujar Adi, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga :  Atlet Sepatu Roda Jambi Borong Gelar Juara di Ajang Internasional PEKOPI 2026

Situasi tersebut membuat Adi merasa cemas. Ia khawatir keselamatan penerbangan jika konflik di kawasan tersebut masih berlangsung.

“Ada rasa takut juga kalau nanti sudah bisa terbang, pesawat melintasi wilayah berbahaya. Semoga semuanya aman,” katanya.

Penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah memaksa banyak pelancong menunda perjalanan pulang.

Maskapai dan otoritas bandara kini terus memantau perkembangan situasi keamanan sebelum kembali membuka jalur penerbangan secara normal. (nr*)

Berita Terkait

Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Indonesia Serukan Aksi Nyata! Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa dan Dukung Palestina
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada
Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan
Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi
Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru
Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Indonesia Serukan Aksi Nyata! Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa dan Dukung Palestina

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:40 WIB

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:12 WIB

Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan

Berita Terbaru

Foto: dok Istimewa

Nasional

21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:12 WIB

Foto: Pedagang ikan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kesehatan

Waspada Ikan Berformalin, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Membeli

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:54 WIB

Foto: Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri rapat umum di Teheran, Iran, 31 Mei 2019. (via REUTERS/Hamid Forootan)

Internasional

Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran

Selasa, 11 Agu 2026 - 10:38 WIB