Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Kian Memanas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: DIA TV/Shutterstock

Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: DIA TV/Shutterstock

TEHERAN, jentik.id – Iran menutup Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) mengumumkan keputusan tersebut pada Kamis (11/6/2026). Lembaga itu mengawasi jalur pelayaran strategis yang menjadi penghubung utama perdagangan energi dunia.

Melalui akun resmi di platform X, PGSA menjelaskan bahwa Iran mengambil langkah tersebut sebagai respons atas meningkatnya konflik dan aktivitas militer AS di kawasan Teluk Persia.

Baca Juga :  Drama 40 Hari Berakhir! AS dan Iran Sepakat Damai Sementara, Hormuz Dibuka

PGSA juga meminta seluruh kapal yang telah mengantongi izin melintas untuk menunda perjalanan. Otoritas itu mengarahkan para pemegang izin agar menunggu pemberitahuan selanjutnya.

Keputusan ini muncul sehari setelah Iran dan AS kembali saling melancarkan serangan rudal dan drone. Aksi tersebut memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Perang Timur Tengah Memanas, WNI Tertahan Lima Hari di Dubai

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyerang sejumlah target militer AS di wilayah Teluk. Iran menyebut operasi itu sebagai balasan atas serangan Washington di sekitar Selat Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu distribusi energi global. Jalur tersebut menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas ke berbagai negara. (nr*)

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada
Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan
Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi
Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru
Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana
Dua WNI Disekap di Myanmar, Kemlu Bergerak Cepat Lacak Lokasi dan Siapkan Penyelamatan
Inggris Resmi Bersiap Punya PM Baru, Andy Burnham Ambil Alih Kepemimpinan
Badai Dahsyat Hantam Prancis, 13.000 Rumah Masih Gelap dan Transportasi Lumpuh
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:40 WIB

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:12 WIB

Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:20 WIB

Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:55 WIB

Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana

Berita Terbaru