Babak Baru Timur Tengah! Trump Klaim AS dan Iran Segera Teken Kesepakatan Damai”

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump memberikan gestur saat bertolak dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing dengan menggunakan Air Force One di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden AS Donald Trump memberikan gestur saat bertolak dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing dengan menggunakan Air Force One di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

WASHINGTON, jentik.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim Amerika Serikat dan Iran segera menandatangani kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Trump menyebut kesepakatan itu akan membuka kembali Selat Hormuz. Selama beberapa bulan terakhir, jalur pelayaran tersebut menjadi salah satu pusat ketegangan di kawasan.

“Kesepakatan dijadwalkan ditandatangani besok, dan segera setelah itu Selat Hormuz akan terbuka untuk semua,” tulis Trump melalui akun Truth Social, Sabtu (13/6).

Pemerintah Pakistan juga menyampaikan pernyataan serupa. Negara itu berperan sebagai mediator dalam perundingan antara Washington dan Teheran.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengatakan kedua pihak telah menyepakati kerangka awal perdamaian. Islamabad kini menyiapkan proses penandatanganan elektronik sebelum melanjutkan pembahasan teknis pekan depan.

Baca Juga :  Hungaria Umumkan, Tangkap Netanyahu sebagai Penjahat Perang

Namun, Iran belum memastikan jadwal penandatanganan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan Iran tidak akan menandatangani kesepakatan itu pada Minggu. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan proses tersebut berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Baghaei mengatakan Iran masih mencermati perkembangan negosiasi sebelum menentukan jadwal resmi penandatanganan.

Meski berbeda pandangan soal waktu penandatanganan, kedua negara sama-sama mengakui perundingan telah memasuki tahap akhir. Konflik antara kedua pihak berlangsung sejak Februari lalu.

Bahas Selat Hormuz dan Sanksi Ekonomi

Para perunding membahas sejumlah poin penting dalam rancangan nota kesepahaman. Salah satunya pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran.

Selain itu, Washington berencana mencairkan aset Iran yang selama ini dibekukan. Pemerintah AS juga mempertimbangkan pelonggaran terhadap ekspor minyak Iran.

Baca Juga :  Macron Angkat Suara: Tanpa Kerja Sama AS–Iran, Selat Hormuz Tak Akan Terbuka

Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut pembukaan Selat Hormuz menjadi syarat utama dalam kesepakatan tersebut.

Program Nuklir Masih Jadi Perdebatan

Meski negosiasi terus berjalan, Amerika Serikat dan Iran masih berbeda pandangan terkait program nuklir.

Washington meminta Teheran menghapus cadangan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi. Sebaliknya, Teheran ingin mempertahankan cadangan tersebut setelah melakukan proses pengenceran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan Iran hanya akan mengencerkan uranium yang diperkaya tinggi di dalam negeri.

Hingga saat ini, para perunding masih membahas persoalan tersebut. Isu program nuklir tetap menjadi salah satu hambatan utama sebelum kedua negara mencapai kesepakatan final. (nr*)

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada
Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan
Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi
Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru
Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana
Dua WNI Disekap di Myanmar, Kemlu Bergerak Cepat Lacak Lokasi dan Siapkan Penyelamatan
Inggris Resmi Bersiap Punya PM Baru, Andy Burnham Ambil Alih Kepemimpinan
Badai Dahsyat Hantam Prancis, 13.000 Rumah Masih Gelap dan Transportasi Lumpuh
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:40 WIB

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:12 WIB

Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:20 WIB

Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:55 WIB

Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana

Berita Terbaru