Konflik Bersenjata Pecah di Somalia, Presiden Tolak Lengser dan Picu Krisis Politik

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap mengepul di atas area pemukiman setelah dilaporkan terjadi penembakan di distrik Howl Wadaag, Mogadishu, pada 4 Juni 2026. Tembakan hebat terdengar sepanjang malam di ibu kota Somalia dan asap mengepul di atas kota, menurut laporan wartawan AFP pada 4 Juni 2026, ketika protes yang direncanakan berubah menjadi pertempuran sengit antara faksi-faksi politik. Somalia telah jatuh ke dalam krisis politik baru setelah Presiden Hassan Sheikh Mohamud mengumumkan bahwa masa jabatannya, yang akan berakhir pada 15 Mei, telah diperpanjang selama satu tahun. Oposisi dan para pemimpin regional telah menolak langkah tersebut dan demonstrasi dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis.

Asap mengepul di atas area pemukiman setelah dilaporkan terjadi penembakan di distrik Howl Wadaag, Mogadishu, pada 4 Juni 2026. Tembakan hebat terdengar sepanjang malam di ibu kota Somalia dan asap mengepul di atas kota, menurut laporan wartawan AFP pada 4 Juni 2026, ketika protes yang direncanakan berubah menjadi pertempuran sengit antara faksi-faksi politik. Somalia telah jatuh ke dalam krisis politik baru setelah Presiden Hassan Sheikh Mohamud mengumumkan bahwa masa jabatannya, yang akan berakhir pada 15 Mei, telah diperpanjang selama satu tahun. Oposisi dan para pemimpin regional telah menolak langkah tersebut dan demonstrasi dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis.

MOGADISHU, jentik.id – Konflik bersenjata pecah di Mogadishu, ibu kota Somalia, setelah Presiden Hassan Sheikh Mohamud memperpanjang masa jabatannya.

Pasukan pemerintah dan milisi pendukung oposisi terlibat baku tembak sejak Rabu (3/6/2026) malam. Bentrokan berlanjut hingga Kamis dini hari sebelum mereda setelah kedua pihak memulai negosiasi.

Krisis ini bermula dari rencana aksi protes oposisi yang menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Mohamud selama satu tahun. Keputusan itu juga menunda pemilihan umum.

Oposisi menilai presiden berupaya memusatkan kekuasaan. Namun pemerintah membantah tuduhan tersebut.

Sebelumnya, oposisi mengajak masyarakat mengikuti demonstrasi damai. Sementara kepolisian menuding kelompok politik tertentu memicu kekerasan untuk merebut kekuasaan.

Baca Juga :  Aliran Murka ke Arab Saudi

Situasi di Mogadishu sempat mencekam. Tembakan dan ledakan terdengar di sejumlah wilayah. Aparat memperketat pengamanan, sementara warga menjauh dari lokasi konflik.

Abdullahi Mohamed, seorang warga, mengatakan rentetan tembakan senjata berat memaksa banyak orang meninggalkan rumah mereka.

Warga lainnya, Ahmed Ismail, menyebut sebuah mortir menghantam rumah tetangganya dan melukai seorang perempuan. Ia juga melihat sebuah rumah di dekat lokasi terbakar akibat serangan tersebut.

Saksi mata lain melaporkan pelaku membakar dua kendaraan lapis baja selama bentrokan.

Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan jumlah korban. Namun sejumlah laporan menyebut warga sipil turut menjadi korban.

Mantan Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Khaire mengecam tindakan pemerintah. Ia menuduh aparat menggunakan senjata berat yang seharusnya digunakan untuk melawan kelompok Al-Shabaab.

Baca Juga :  Haji Tanpa Ribet! 125 Ribu Jemaah Indonesia Gunakan Jalur Fast Track ke Arab Saudi

Menurut Khaire, pemerintah mengarahkan senjata tersebut kepada lawan politik dan warga sipil. Ia juga menuding pemerintah menyerang fasilitas sipil serta memutus pasokan listrik di beberapa wilayah.

Situasi ini memicu perhatian internasional. Uni Afrika meminta semua pihak menahan diri dan menghindari kekerasan.

Uni Eropa dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Mogadishu juga mendorong penyelesaian konflik melalui dialog politik.

Krisis ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Somalia. Negara itu masih menghadapi ancaman Al-Shabaab, dampak perang saudara, dan ketidakstabilan politik. (nr*)

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada
Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan
Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi
Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru
Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana
Dua WNI Disekap di Myanmar, Kemlu Bergerak Cepat Lacak Lokasi dan Siapkan Penyelamatan
Inggris Resmi Bersiap Punya PM Baru, Andy Burnham Ambil Alih Kepemimpinan
Badai Dahsyat Hantam Prancis, 13.000 Rumah Masih Gelap dan Transportasi Lumpuh
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:40 WIB

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:12 WIB

Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:20 WIB

Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:55 WIB

Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana

Berita Terbaru