PARIS, jentik.id – Badai dahsyat yang melanda Prancis sejak Rabu malam (15/7/2026) menyebabkan sekitar 13.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik hingga Kamis (16/7/2026).
Perusahaan distribusi listrik Enedis menyebut badai memicu kerusakan cukup parah, terutama di wilayah Ardeche, Prancis selatan.
Hujan es berukuran besar menghantam permukiman, merusak rumah, kendaraan, dan sejumlah fasilitas umum.
Di wilayah Prades yang dihuni sekitar 1.000 penduduk, hujan es merusak sekitar 95 persen rumah warga.
Ribuan Sambaran Petir Picu Kebakaran
Ardeche mencatat lebih dari 2.200 sambaran petir hanya dalam waktu dua jam pada Rabu malam.
Sambaran petir itu memicu kebakaran vegetasi yang menghanguskan sekitar empat hektare lahan.
Selain itu, badai juga memicu banjir dan mengganggu layanan transportasi di beberapa wilayah.
Ribuan Pelanggan Masih Kehilangan Listrik
Di wilayah Sarthe, badai sempat memadamkan listrik di sekitar 17.000 rumah pada Rabu malam.
Petugas berhasil memulihkan sebagian besar jaringan. Namun, sekitar 6.000 pelanggan masih belum mendapatkan aliran listrik hingga Kamis.
Sementara itu, sekitar 500 rumah di Dordogne juga masih mengalami pemadaman listrik.
Kerusakan infrastruktur dan kondisi tanah yang belum stabil turut menghambat perjalanan kereta api di sejumlah jalur.
Gelombang Panas Perparah Dampak Badai
Badai juga merusak sejumlah kebun anggur di wilayah Vaucluse.
Hingga Kamis, otoritas Prancis masih menetapkan status peringatan oranye badai petir di 15 wilayah. Selain itu, 31 wilayah tetap berstatus peringatan oranye akibat gelombang panas.
Dalam beberapa pekan terakhir, Prancis menghadapi cuaca ekstrem berupa gelombang panas yang memicu kekeringan dan kebakaran hutan. Setelah itu, badai datang dan memperparah gangguan pada jaringan listrik serta transportasi. (nr*)









