JAKARTA, jentik.id – Nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026). Rupiah naik 82 poin atau 0,45 persen ke level Rp17.986 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp18.068 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai pelaku pasar merespons positif langkah pemerintah dalam mengantisipasi dampak El Nino dan menjaga inflasi.
Menurut Rully, pemerintah berhasil meningkatkan kepercayaan pasar melalui kebijakan penguatan ketahanan pangan.
Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan pemerintah memiliki stok pangan yang cukup untuk menghadapi musim kemarau.
Perum Bulog menyimpan sekitar 5,2 juta ton cadangan beras per 8 Juli 2026. Selain itu, pemerintah provinsi memiliki stok sekitar 7,34 ribu ton.
Di tingkat kabupaten dan kota, pemerintah juga mengelola sekitar 13,15 ribu ton cadangan pangan yang tersebar di 323 daerah.
Pemerintah turut menyiapkan sekitar 188 ribu ton jagung pakan. Pemerintah menyalurkan stok tersebut melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk peternak unggas.
Selain itu, pemerintah menyimpan sekitar 1,1 ribu kiloliter minyak goreng, 2,79 ribu ton gula konsumsi, dan 38 ton daging ayam melalui Bulog serta ID Food.
Rully menilai langkah itu mampu menjaga stabilitas harga pangan. Menurutnya, pemerintah juga perlu mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik.
Pasar Menunggu Keputusan Bank Indonesia
Selain memperhatikan kondisi dalam negeri, pelaku pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada pekan depan.
Rully memperkirakan Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
Ia menilai bank sentral akan mengoptimalkan lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), intervensi pasar valuta asing, serta pembelian Surat Utang Negara (SUN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Sentimen Global Turut Dukung Rupiah
Rully menilai perlambatan inflasi global dan pelemahan indeks dolar AS ikut mendorong penguatan rupiah.
Selain itu, S&P Global Ratings tetap memberikan peringkat kredit BBB dengan prospek stabil kepada Indonesia. Keputusan tersebut ikut meningkatkan optimisme pelaku pasar.
Sementara itu, Bank Indonesia mencatat kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat menjadi Rp18.041 per dolar AS. Sebelumnya, kurs referensi berada di level Rp18.064 per dolar AS. (nr*)









