Heboh Isu Kipas Angin Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas Minta Legislator PDIP Tunjukkan Bukti

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WA/ist
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, membantah tudingan mengenai adanya pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

WA/ist Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, membantah tudingan mengenai adanya pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

JAKARTA, jentik.id – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, membantah isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Selain membantah isu tersebut, Joao juga mempertanyakan data yang dipakai Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Mufti Anam. Mufti sebelumnya mengangkat isu itu dalam rapat kerja bersama Kementerian Koperasi.

Saat menghadiri kegiatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (16/7/2026), Joao menilai informasi tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.

“Kalau saya bilang bodong, Anda provokasi, tapi sepertinya begitu juga. Enggak apa-apa juga ditulis,” kata Joao.

Joao Minta Mufti Anam Buka Data

Joao menolak klaim nilai pengadaan yang mencapai Rp1,8 triliun. Namun, ia belum menjelaskan apakah program KDKMP akan mengadakan kipas angin.

Baca Juga :  Guru PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu pada 2027

Sebaliknya, Joao meminta Mufti Anam membuka sumber data yang menjadi dasar pernyataannya.

Menurut Joao, media dan masyarakat harus memeriksa setiap informasi melalui sumber yang jelas. Karena itu, setiap pihak perlu memastikan kebenaran data sebelum menyampaikannya kepada publik.

“Tanya kepada beliau saja data-datanya dari mana. Kalau mengutip suatu berita harus ada ketepatan, kebenaran, dan kejujuran terhadap data yang disampaikan,” ujarnya.

Selain itu, Joao mengingatkan bahwa informasi tanpa bukti dapat memicu fitnah. Informasi seperti itu juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Joao meminta para pejabat publik menyampaikan pernyataan berdasarkan fakta. Menurutnya, pejabat tidak seharusnya membangun opini berdasarkan dugaan.

“Kalau tidak, itu bisa menjadi fitnah yang memprovokasi masyarakat. Jangan sampai hanya untuk mencari panggung politik. Sebagai anggota dewan yang dipilih rakyat, seharusnya memberikan ketenangan melalui setiap pernyataannya,” tegasnya.

Baca Juga :  DPC PDIP Kota Sungai Penuh Gelar Berbagai Lomba Meriahkan HUT RI ke-81 Ketua Hardizal Beri Dopres.

Mufti Anam Angkat Isu dalam Rapat DPR

Sementara itu, Mufti Anam mengangkat isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun saat mengikuti rapat kerja dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (15/7/2026).

Dalam rapat itu, Mufti mengaku belum menemukan penjelasan resmi dari pemerintah. Ia juga mengatakan pemerintah belum memberikan keterangan terkait informasi yang beredar.

“Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta, Pak. Nilainya Rp1,8 triliun. Kami sudah mencoba mencari informasi, tetapi belum mendapatkan penjelasan resmi dari pemerintah,” ujar Mufti. (nr*)

Berita Terkait

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Waspada Lowongan Kerja Fiktif! 7.908 Konten Dihapus, Patroli Siber Makin Diperkuat
Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi, 8 WNI Diduga Terjebak hingga Masuk Tentara Rusia
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Kamis, 3 September 2026 - 11:32 WIB

Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu

Kamis, 3 September 2026 - 09:48 WIB

Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas

Berita Terbaru

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB

Wako Alfin,SH hadiri Pisah sambut Pedang Pora Polres Kerinci dari AKBP Ramadhanil,SH,S.I.K.MH kepada  AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, SH, S.I.K., M.I.K.salam komando.

Sungai Penuh

Wako Alfin Hadiri Pisah Sambut Tradisi Pedang Pora Kapolres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 18:22 WIB