Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud

Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud

JAKARTA, jentik.id – Pengadilan Inggris akhirnya mengungkap penyebab kematian anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud. Tim penyelidik menyimpulkan sang pangeran meninggal akibat kombinasi beberapa zat berbahaya. Mereka tidak menemukan bukti bunuh diri maupun tindak kejahatan.

Mengutip putusan Inner West London Coroner’s Court yang dilansir Evening Standard, Jumat (24/7/2026), petugas menemukan Pangeran Abdullah yang berusia 29 tahun meninggal di kamar Hotel Marriott, Kensington, London Barat, pada 25 November tahun lalu.

Kronologi Penemuan Jenazah

Pangeran Abdullah memesan kamar hotel selama sepekan mulai 19 November. Rekaman CCTV memperlihatkan ia tetap beraktivitas seperti biasa hingga malam sebelum meninggal. Ia sempat keluar untuk merokok, kemudian kembali ke kamar seorang diri.

Keesokan harinya, petugas hotel merasa curiga karena pintu kamar di lantai lima tetap terkunci dari dalam. Petugas lalu membuka pintu sesuai prosedur keamanan dan menemukan Pangeran Abdullah tergeletak di lantai kamar mandi dengan pakaian lengkap.

Baca Juga :  Penembakan Saat Acara Presiden Trump di White House, Terungkap Fakta Mengejutkan

Tim medis langsung memberikan pertolongan darurat. Namun, upaya tersebut tidak dapat menyelamatkan nyawanya.

Hasil Toksikologi dan Riwayat Perawatan

Tim forensik menemukan kadar alkohol mencapai 222 mg etanol per 100 ml darah. Angka itu hampir tiga kali lipat batas legal mengemudi di Inggris dan cukup tinggi untuk memicu kondisi koma.

Tim pemeriksa juga mendeteksi kadar Gamma-hydroxybutyrate (GHB) dalam jumlah sangat tinggi. Zat yang dikenal sebagai obat pesta itu dapat membahayakan nyawa jika seseorang mengonsumsinya secara berlebihan atau mencampurkannya dengan zat lain.

Selain itu, tim menemukan jejak ganja, alprazolam (Xanax) untuk penggunaan rekreasional, serta beberapa obat penenang lain dalam dosis terapi.

Dokter tidak menemukan penyakit kronis maupun penyakit akut pada tubuh Pangeran Abdullah. Tim forensik menyimpulkan kombinasi alkohol, GHB, dan zat lainnya memicu henti jantung yang menyebabkan kematiannya.

Baca Juga :  Aliran Murka ke Arab Saudi

Sebelum meninggal, Pangeran Abdullah menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan alkohol dan Xanax. Pada Agustus tahun sebelumnya, ia mengikuti program detoksifikasi di Priory Clinic Roehampton.

Psikiater Dr. Victoria Chamorro menjelaskan bahwa pasien menunjukkan perkembangan yang baik selama menjalani perawatan. Setelah menyelesaikan rehabilitasi, ia melanjutkan pemantauan di Rainford Hall Clinic hingga pertengahan Oktober 2025.

Pengadilan Tegaskan Bukan Bunuh Diri

Asisten Koroner Jean Harkin menegaskan penyelidikan tidak menemukan bukti bunuh diri maupun keterlibatan pihak lain. Penyidik juga tidak menemukan pesan terakhir atau surat wasiat. Rekaman CCTV memperlihatkan Pangeran Abdullah bergerak seorang diri sebelum meninggal.

Berdasarkan seluruh bukti, pengadilan menetapkan penyebab kematian sebagai death by misadventure atau kematian akibat tindakan berisiko yang dilakukan secara sadar tanpa niat mengakhiri hidup. Pengadilan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Kerajaan Arab Saudi atas kepergian Pangeran Abdullah. (nr*)

Berita Terkait

Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan
Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan
MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara
Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman
Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:57 WIB

MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Berita Terbaru

Peserta Talkshow Lingkungan diselenggarakan Bank Sampah Sahabat Alam (BSSA) Ft: Dok: BSSA

Sungai Penuh

Saatnya Pemuda Bergerak Selamatkan Bumi

Senin, 2 Nov 2026 - 09:27 WIB

Wawako Azahar Hamzah, Ceo Toko Ensd Garuda, serangkaian kegiatan Funrun meraton 5 K dan 10 K serangkaian peringatan HUT  Ke-18 Kota Sungai Penuh yang digelar dilapangan Merdeka Sungai Penuh  Minggu 1 Noprmber 2026 diikuti 500 peserta dari masyarakat dan berbagai komonitas.

Sport

Berita poto kegiatan Funrun

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:26 WIB