Inggris Resmi Bersiap Punya PM Baru, Andy Burnham Ambil Alih Kepemimpinan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: PM Inggris, Andy Burnham. (REUTERS)

Foto: PM Inggris, Andy Burnham. (REUTERS)

Jakarta, jentik.id – Inggris memasuki babak baru dalam pemerintahan. Andy Burnham akan resmi menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris pada Senin (20/7/2026) setelah Keir Starmer mengundurkan diri dari jabatan pemimpin Partai Buruh.

Burnham, 56 tahun, meraih posisi pemimpin Partai Buruh tanpa menghadapi pesaing. Kemenangan itu mengantarkannya menjadi Perdana Menteri ke-59 Inggris sekaligus pemimpin ketujuh yang menghuni 10 Downing Street dalam satu dekade terakhir.

Sebelum kembali ke politik nasional, Burnham memimpin Greater Manchester sebagai wali kota selama hampir 10 tahun. Masyarakat mengenalnya dengan julukan “King of the North” karena aktif memperjuangkan kepentingan wilayah utara Inggris. Ia juga mendorong pemerataan investasi di luar London, terutama saat pandemi Covid-19.

Langsung Bentuk Pemerintahan Baru

Pada hari pelantikannya, Burnham akan bertemu Raja Charles III di Istana Buckingham. Raja Charles III lebih dulu menerima pengunduran diri Keir Starmer, lalu memberikan mandat kepada Burnham untuk membentuk pemerintahan baru.

Baca Juga :  Trump Pamer Jet Kepresidenan dari Qatar, Nilainya Tembus Rp 7,13 Triliun

Sistem parlementer Inggris menetapkan seseorang sebagai perdana menteri setelah menerima mandat dari raja. Setelah menerima mandat tersebut, Burnham akan menuju 10 Downing Street. Di sana, ia akan menyampaikan pidato perdana sekaligus mengumumkan susunan kabinet.

Inggris menjalankan proses pergantian perdana menteri jauh lebih cepat dibandingkan Amerika Serikat. Jika AS membutuhkan masa transisi selama beberapa bulan, Inggris biasanya menyelesaikan pergantian kepemimpinan hanya dalam hitungan jam.

Dalam pidato pertamanya sebagai pemimpin Partai Buruh, Burnham menegaskan komitmennya untuk membawa arah baru bagi Inggris. Ia memprioritaskan penurunan biaya hidup, pemerataan pembangunan antardaerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tantangan Besar Menanti Burnham

Burnham juga berjanji memimpin seluruh wilayah Inggris, termasuk Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Ia diperkirakan segera mengambil langkah awal dengan menempatkan perusahaan air Thames Water di bawah pengawasan khusus pemerintah untuk mempercepat restrukturisasi.

Baca Juga :  China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu

Di sisi lain, Burnham harus menghadapi sejumlah tantangan besar. Pemerintahannya perlu mendorong pertumbuhan ekonomi, mengendalikan tingginya biaya hidup, serta mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

Keir Starmer memilih mundur setelah pemerintahannya menghadapi tekanan politik dalam beberapa bulan terakhir. Kontroversi penunjukan Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat dan kekalahan Partai Buruh dalam pemilihan lokal turut melemahkan dukungan politik terhadapnya.

Partai Buruh masih menguasai mayoritas kursi di House of Commons sehingga Inggris tidak perlu menggelar pemilu baru. Berdasarkan sistem parlementer, pemimpin partai mayoritas langsung menjabat sebagai perdana menteri. Sementara itu, Inggris menjadwalkan pemilu nasional berikutnya paling lambat pada 2029. (nr*)

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada
Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan
Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi
Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru
Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana
Dua WNI Disekap di Myanmar, Kemlu Bergerak Cepat Lacak Lokasi dan Siapkan Penyelamatan
Badai Dahsyat Hantam Prancis, 13.000 Rumah Masih Gelap dan Transportasi Lumpuh
China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:40 WIB

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:12 WIB

Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:20 WIB

Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi di Hotel Mewah London Terungkap, Pengadilan Inggris Buka Fakta Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:55 WIB

Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana

Berita Terbaru