Kesepakatan AS–Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Siap Dibuka Lagi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump berbicara dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela kunjungan ke Taman Zhongnanhai di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden AS Donald Trump berbicara dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela kunjungan ke Taman Zhongnanhai di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Amerika Serikat, jentik.id-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negosiasi antara AS dan Iran untuk meredakan konflik di Timur Tengah hampir selesai. Ia menyebut salah satu poin utama kesepakatan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang sempat terganggu.

Trump mengatakan pembahasan sudah memasuki tahap akhir dan hanya menunggu finalisasi antara AS, Iran, dan sejumlah negara lain. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan segera mengumumkan detail kesepakatan.

“Kesepakatan sebagian besar sudah dinegosiasikan,” tulis Trump melalui Truth Social, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga :  Spanyol Tegas! Tak Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

Trump juga mengungkapkan bahwa sejumlah pemimpin Timur Tengah ikut membahas proses ini lewat sambungan telepon. Ia menyebut Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, Bahrain, serta perwakilan Turki dan Pakistan terlibat dalam komunikasi tersebut.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan Pakistan siap menjadi tuan rumah lanjutan perundingan AS–Iran. Ia juga mengatakan pejabat militer Pakistan ikut berkomunikasi dengan pihak Iran.

Trump juga berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menilai percakapan berjalan positif.

Baca Juga :  Perang Timur Tengah Memanas, WNI Tertahan Lima Hari di Dubai

Meski begitu, isu program nuklir Iran masih menjadi hambatan utama. Media melaporkan kedua pihak belum menyepakati pembahasan stok uranium yang diperkaya tinggi.

Pemerintah Iran mengakui masih ada perbedaan sikap dengan Washington, meski kedua pihak mulai mendekat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan kedua negara menargetkan kerangka kesepakatan dalam 30 hingga 60 hari ke depan.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan AS agar tidak kembali memicu konflik baru. (nr*)

Berita Terkait

Tiga Raksasa Teluk Bergerak, Desak Trump Akhiri Perang dengan Iran
Sempat Hilang di Arab Saudi, Jemaah Haji JKG-27 Akhirnya Ditemukan Wafat
Pentagon Cemas! Separuh Stok Rudal THAAD AS Disebut Sudah Terkuras
9 WNI Relawan GSF Bebas dari Penahanan Israel, RI Kecam Tindakan Tak Manusiawi
Pemerintah Malaysia Lindungi Rakyatnya Dari Dampak Krisi Global Fokus Kendalikan Harga
Eks Presiden Kuba Raul Castro Terancam Hukuman Berat Usai Didakwa AS
Prabowo Setujui Tawaran AS, Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Perawatan Hercules Asia
Insiden Flotilla Gaza: 9 WNI Kini Diduga Ditahan Israel di Perairan Internasional
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 07:58 WIB

Kesepakatan AS–Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Siap Dibuka Lagi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:05 WIB

Tiga Raksasa Teluk Bergerak, Desak Trump Akhiri Perang dengan Iran

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:27 WIB

Sempat Hilang di Arab Saudi, Jemaah Haji JKG-27 Akhirnya Ditemukan Wafat

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:09 WIB

Pentagon Cemas! Separuh Stok Rudal THAAD AS Disebut Sudah Terkuras

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:50 WIB

9 WNI Relawan GSF Bebas dari Penahanan Israel, RI Kecam Tindakan Tak Manusiawi

Berita Terbaru

Presiden AS Donald Trump berbicara dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela kunjungan ke Taman Zhongnanhai di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Internasional

Kesepakatan AS–Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Siap Dibuka Lagi

Senin, 25 Mei 2026 - 07:58 WIB