Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan penyiar Fox News, Pete Hegseth terpilih jadi Menteri Pertahanan Amerika Serikat yang baru. Foto: Roberto Schmidt/AFP

Mantan penyiar Fox News, Pete Hegseth terpilih jadi Menteri Pertahanan Amerika Serikat yang baru. Foto: Roberto Schmidt/AFP

Amerika Serikat, jentik.id-Amerika Serikat telah menghabiskan sekitar USD37,5 miliar atau setara Rp671,8 triliun untuk membiayai operasi militernya dalam konflik dengan Iran. Jumlah tersebut meningkat hampir USD8 miliar dibandingkan perkiraan pada Mei lalu.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan kebutuhan anggaran terbaru itu saat menghadiri sidang Komite Alokasi Anggaran Senat pada Selasa (21/7). Dalam kesempatan tersebut, ia meminta Kongres segera menyetujui tambahan dana sebesar USD87 miliar bagi Pentagon.

Hegseth menjelaskan sekitar USD67 miliar dari anggaran tambahan itu akan mendukung operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Sidang itu menjadi penampilan perdana Hegseth di Capitol Hill setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas pekan lalu.

Minta Anggaran Militer Lebih Besar

Sebelumnya, Gedung Putih telah mengajukan anggaran pertahanan sebesar USD1,5 triliun untuk tahun fiskal berikutnya. Jika Kongres menyetujuinya, nilai tersebut akan menjadi anggaran militer terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat.

Baca Juga :  Saat Dunia Krisis, Pakistan Selamat Berkat Ledakan Panel Surya

Hegseth menegaskan setiap tambahan dana akan memperkuat kemampuan tempur militer AS sekaligus menjaga stabilitas keamanan nasional.

Pentagon Khawatir Kekurangan Dana

Hegseth juga mengingatkan bahwa Pentagon berpotensi mengalami kekurangan anggaran apabila Kongres menolak permintaan tersebut.

Menurutnya, keterbatasan dana dapat menghambat pembayaran gaji personel militer, pengadaan kembali amunisi dan perlengkapan tempur, serta keberlangsungan berbagai operasi militer.

Ia menambahkan, Pentagon juga harus mengurangi program pelatihan bagi personel militer jika tambahan anggaran tidak segera disetujui.

Demokrat Pertanyakan Biaya Perang

Permintaan dana tambahan itu mendapat penolakan dari Partai Demokrat. Senator Patty Murray menilai usulan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.

Sementara itu, Senator Dick Durbin meminta penjelasan mengenai total biaya perang melawan Iran. Hegseth menyebut angka USD37,5 miliar, tetapi sejumlah anggota Demokrat meyakini biaya sebenarnya jauh lebih besar karena belum mencakup pembangunan kembali pangkalan militer yang rusak akibat konflik.

Baca Juga :  Iran Diduga Serang Kapal Berbendera Singapura di Selat Hormuz Nasib ABK Belum Diketahui

Konflik Kembali Memanas

Amerika Serikat dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata pada April lalu. Namun, kesepakatan tersebut gagal bertahan sehingga kedua negara kembali terlibat aksi militer.

Amerika Serikat terus melancarkan serangan udara terhadap Iran selama 11 hari berturut-turut. Sebagai balasan, Iran menyerang pasukan AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Di tengah eskalasi konflik, Presiden Donald Trump menyatakan melalui Truth Social bahwa perang yang dimulai pada 28 Februari telah menewaskan 18 orang.

Pentagon juga mengonfirmasi gugurnya empat personel militer AS, yaitu Sersan Michael Emmanuel Swinton di Irak, Sersan Angel Rampersad di Yordania, Prajurit Kelas Satu Isabella Gonzales, dan Letnan Satu Tyler Feehan di Yordania.

Trump dijadwalkan mengunjungi Pangkalan Udara Dover di Delaware untuk menyambut kepulangan jenazah para prajurit tersebut. (nr*)

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Indonesia Serukan Aksi Nyata! Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa dan Dukung Palestina
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB