Dari Lelang Rampasan hingga Aset Eddy Tansil, Kejaksaan Setor Rp1 Triliun ke Kemenkeu

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Agung RI menyerahkan hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam acara yang digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kejaksaan Agung RI menyerahkan hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam acara yang digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Jakarta, jentik.id– Kejaksaan Agung menyerahkan uang tunai senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Kantor Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026).

Dana itu berasal dari hasil lelang barang rampasan negara dalam BPA Fair 2026 serta pemulihan aset milik terpidana korupsi Bank Bapindo, Eddy Tansil.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyerahkan dana tersebut secara simbolis kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa.

Kepala BPA Kejaksaan Agung, Kuntadi, mengatakan BPA Fair 2026 memberikan kontribusi besar bagi penerimaan negara. Dari total hasil lelang, BPA mengalokasikan Rp19,12 miliar untuk penggantian kerugian korban kejahatan.

“Setelah mengurangi dana untuk korban, BPA Fair menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp978,19 miliar,” kata Kuntadi.

Selain menggelar lelang, BPA juga menelusuri dan memulihkan aset milik Eddy Tansil senilai Rp51,68 miliar.

“Kami menemukan dan memulihkan aset berupa uang milik terpidana Eddy Tansil sebesar Rp51,68 miliar,” ujarnya.

Baca Juga :  Kabur Dua Hari, Pelaku Penikaman Pedagang Pasar Angso Duo Ditangkap Polisi

Melalui dua sumber tersebut, Kejaksaan mengumpulkan dana lebih dari Rp1 triliun dan menyerahkannya kepada Kementerian Keuangan.

Kejaksaan Tunjukkan Hasil Pemulihan Aset

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan penyerahan dana itu membuktikan bahwa Kejaksaan tidak hanya menangani penyidikan dan persidangan, tetapi juga menuntaskan eksekusi putusan serta pemulihan aset negara.

Menurut Burhanuddin, masyarakat kerap mempertanyakan nasib uang dan aset sitaan dalam perkara korupsi. Karena itu, Kejaksaan memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan hasil pemulihan aset secara terbuka.

“Masyarakat sering bertanya apakah Kejaksaan benar-benar mengeksekusi aset sitaan dan menyerahkan hasilnya kepada negara. Hari ini kami menunjukkan hasilnya secara terbuka,” ujar Burhanuddin.

Ia menjelaskan dana yang diserahkan terdiri dari Rp978,19 miliar hasil lelang BPA Fair dan Rp51,68 miliar hasil pemulihan aset Eddy Tansil melalui skema penyerahan sukarela.

Selain menyetor dana kepada negara, BPA juga menyalurkan Rp19,12 miliar hasil lelang kepada korban kejahatan melalui program pemulihan aset.

Baca Juga :  Kasus Febrie Adriansyah Memanas! Sidang Praperadilan Perdana Digelar 18 Agustus

Kemenkeu Bahas Dukungan Anggaran Pemeliharaan Aset

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa juga menanggapi kebutuhan anggaran pemeliharaan aset yang selama ini dikelola Kejaksaan Agung.

Sebelumnya, Kejaksaan menyampaikan kendala dalam merawat kendaraan, bangunan, dan ribuan hektare lahan sitaan karena belum memiliki anggaran khusus untuk kebutuhan tersebut.

Purbaya mengatakan pemerintah akan membahas peluang pemanfaatan sebagian dana hasil pemulihan aset guna mendukung biaya pemeliharaan.

“Kami akan memastikan dukungan anggaran yang memadai untuk pemeliharaan aset sesuai aturan yang berlaku,” kata Purbaya.

Ia menegaskan pemerintah harus mengelola setiap aset dan dana hasil pemulihan secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Burhanuddin berharap pemerintah segera menyediakan anggaran khusus agar Kejaksaan dapat menjaga, merawat, dan mengamankan aset sitaan negara secara optimal. (nr*)

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru